Wali Kota Batam ‘Ogah’ Terima Saran DPR RI Soal FTZ

700
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Wali Kota Ahmad Dahlan terkesan tak mau menerima usulan anggota DPR RI asal Kepri, Nyat Kadir untuk mengabungkan Pemko Batam dan Badan Pengusaha (BP) Batam menjadi satu lembaga.

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan Foto: WIjaya Satria/Batam Pos
Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan
Foto: WIjaya Satria/Batam Pos

Meski itu tak disampaikan secara langsung, namun hal itu dapat disimpulkan dari jawaban Wali Kota atas pertanyaan Batam Pos.

”Kalau wacana itu terjadi, berarti mengubah semuanya,” ujar Ahmad Dahlan yang ditemui usai menghadiri Muskot Kadin Batam di SPC Batam Centre, Kamis (26/2).

Menurut dia, wacana Nyat Kadir menggabungkan kedua institusi berbeda itu sangatlah berat. Karena jika hal itu terjad,i maka akan banyak yang harus diubah. Mulai dari undang-undang FTZ hingga pembentukan kota Batam kedepannya seperti apa.

”Berat, harus banyak mengubah ini itu dulu. Berarti undang-undang FTZ juga harus diubah. Dan itu bukan pekerjaan mudah,” tegas Dahlan.

Namun, kata Dahlan. Dirinya akan menerima jika wacana itu diterima oleh pemerintah pusat. “Pada dasarnya saya terima. Dan itu kalau diterima dipusat,” sebut Dahlan yang langsung pergi meninggalkan wartawan. (she)

Respon Anda?

komentar