Hakim Merrywati Membela Diri

213
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Hakim Merrywati mengakui dirinya mengirim surat kepada Nasib Siahaan kuasa hukum tergugat Nurlely Siagian. Karena kejadian tersebut, ia pun dilaporkan oleh Chandra Juana melalui kuasa hukumnya.

”Iya, beberapa waktu lalu saya memang mengirim surat. Dan itu surat balasan,” ujar Merry ketika ditemui di PN Batam.

Ia mengatakan, surat yang dikirim itu merupakan jawaban dari pertanyaan yang diajukan kuasa hukum tergugat. Dimana, kuasa hukum tergugat mempertanyakan mengenai surat atau dokumen yang ada di notaris Agny Yuanita.

”Dia minta pendapat kepada majelis hakim mengenai fatwa hukum atas berkas yang ada di notaris. Jadi saya jawab karena dia bertanya,” terang Merry.

Menurut Merry, isi surat dan pertanyaan yang diajukan kuasa hukum tergugat itu sama sekali tak berhubungan dengan pokok perkara. Sebab pokok perkara hanya mengenai wan prestasi atas jual beli lahan kawasan Kabil, bukan mengenai berkas yang dititipkan ke notaris.

”Itu pertanyaan umum dan saya jawabnya secara umum,” jelas Merry.

Razman saat dikonfirmasi soal ini menyangkal bila sang notaris hanya menjadi tempat penitipan surat dari pihak pertama. Pasalnya dalam perjanjian antara Chandra Juana dengan Nurlely Siagian dengan jelas dalam Pasal 2 ayat b yang bunyinya; semua surat-surat yang telah selesai diurus oleh pihak pertama (Nurlely), maka pihak pertama berkewajiban untuk menyerahkan kepada notaris yang ditunjuk dan disetujui kedua belah pihak. Sedangkan di ayat c dengan jelas bahwa surat-surat tersebut (pada poin b) di atas nama sampai dibalik nama Perseroran Terbatas yang nantinya dikehendaki oleh pihak kedua.

”Jadi dalam perkara ini, surat-surat yang diurus pihak tergugat itu memang wajib diserahkan ke notaris untuk selanjutkan diserahkan ke pihak penggugat,” jelasnya.

Menurut Merry, siapapun pihak berhak meminta pendapat kepada hakim di PN Batam jika tak mengerti atau ragu dengan permasalahan hukum yang sedang dihadapi.

”Siapapun boleh minta pendapat, tanpa terkecuali. Dan kita pun jawabnya secara umum, tak ada hubungan dengan perkara,” imbuhnya membela diri.

Merry juga menjelaskan apa alasanya menggunakan kop surat Pengadilan Negeri Batam untuk membalas surat kuasa hukum tergugat.

”Tak apa-apa, karena surat yang ditujukan itu untuk majelis hakim, bukan untuk Ketua PN Batam,” sebut Merry. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar