Pak Wagub Bilang Geng Motor Berkembang Karena Minimnya Fasilitas Berkreasi

228
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Tingginya angka pertumbuhan geng motor di Batam mulai meresahkan masyarakat. Sebab, ulah mereka mulai mengarah ke tindakan kriminal. Dan lebih parahnya, anggota geng motor banyak dari kalangan pelajar.

Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo membuka Rakerprov IMI Kepri di Hotel BIZ, Jumat (27/2).  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo membuka Rakerprov IMI Kepri di Hotel BIZ, Jumat (27/2).
Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Soerya Respationo menilai tindakan kriminal itu terjadi lantaran minimnya fasilitas tempat berkreasi sehingga tak ada tempat penyalur bakat pembalap.

Salah satu solusi permasalahan itu adalah memberikan wadah bagi remaja atau pelajar berkegiatan positif. Karena aksi remaja dimulai dari kumpul-kumpul, berlanjut ke balap liar, dan seterusnya melakukan kejahatan jalanan.

”Saya meminta kepada teman-teman IMI (Ikatan Motor Indonesia) untuk membuat kegiatan kepada anak-anak motor ini agar mereka lebih konstruktif,”ujar Wagub saat membuka rapat kerja Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Kepri di Hotel Bizz, Jumat (27/2).

Menurutnya, dari kegiatan-kegiatan tersebut, IMI juga bisa menemukan bibit-bibit baru pebalap. Sebab, dengan pembinaan yang baik diharapkan bibit muda itu bisa memberikan prestasi dan membanggakan dunia olahraga khususnya di bidang otomotif.

”Bukan tidak mungkin nanti kita menemukan atlet-atlet baru yang bisa membawa prestasi dan membawa nama besar Kepri,” imbuhnya.

Menurutnya, Pemprov Kepri tentunya akan mendukung penuh langkah tersebut. Di antaranya membantu menyediakan sirkuit, sebagai wadah utama penyaluran bakat pebalap.

”Nanti kita akan duduk bersama membahas bagaimana agar sirkuit tersebut bisa terwujud,” janji Soerya.

Sementara itu, Ketua IMI Kepri, Kombes M.Yasin Kosasih mengakui kendala terbesar dari permasalahan itu adalah minimnya sarana sirkuit di Kepri. Sehingga, para atlet yang akan berlatih sering kesulitan.

”Kami yakin dengan bantuan dan perhatian Pemprov maka masalah ini dapat teratasi,” kata Yasin. (she)

Respon Anda?

komentar