Pak Walikota, Banyak Debu di Jalan Tiban Koperasi

313
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Warga Tiban Koperasi mengeluhkan banyaknya debu di wilayah mereka akibat adanya aktivitas pembangunan perumahan dan pengangkutan tanah di lingkungan tersebut.

Lori pengangkut tanah resahkan warga Tiban Koperasi karena aktivitasnya  menimbulkan debu. Foto: Fiskan Juanda/Batam Pos
Lori pengangkut tanah resahkan warga Tiban Koperasi karena aktivitasnya menimbulkan debu.
Foto: Fiskan Juanda/Batam Pos

”Kami merasa terganggu akibat adanya debu ini,” ucap Doni, warga Tiban Koperasi, Jumat (27/2).

Doni khawatir kalau dibiarkan akan berakibat buruk bagi kesehatan.

”Kalau orang dewasa saja bisa terbatuk-batuk, coba bayangkan kalau anak kecil lewat jalan sini,” ujarnya.

Ia berharap intansi terkait memberikan peringatan kepada sopir lori pengangkut tanah tersebut. Setidaknya, pihak pengembang atau pemilik lori dapat menutup bak lorinya saat membawa tanah tersebut.

”Kalau ditutup baknya, kan bisa mengurangi debunya,” ujarnya lagi.

Sofyan, pemotor yang sedang melewati jalan tersebut sangat terganggu dengan tanah yang mengotori lingkungan tersebut.

”Kadang yang tercecer bongkahan tanah besar, kalau malam tidak terlihat, bisa jatuh juga kami akibat ini,” kata Sofyan.

Menanggapi keluhan warga ini, Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan. Ia mengatakan seharusnya, pihak pengembang atau pemilik lori menutup baknya. Sehingga tidak menimbulkan debu dan tanah bertebaran di jalanan.

”Kami akan bertindak mengenai masalah ini. Dimana awalnya bakal kami berikan peringatan, kalau masih tetap nakal juga, maka akan kami bekukan izin angkutnya,” ujarnya.

Sementara itu, hal yang sama juga terjadi di Batuampar. Banyak debu beterbangan karena jalan yang ditumpahi tanah serta pasir dari truk pengangkut dilewati kendaraan.

Pantauan di lapangan, ada sebagian truk pengangkut tanah dan pasir tidak menutup baknya.

Kepala Bidang Teknik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Teksar Dishub) Kota Batam Edward Purba, mengatakan sesuai keputusan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan, truk pengangkut barang berupa pasir, batu dan tanah, wajib memakai tutup.

”Tanah tidak terbuang, membatasi isi dan isi tidur tidak tegak,” ujar Edward Purba, Kamis (26/2). (cr3/cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar