Panggung Budaya Tionghoa nan Memukau

336
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Sekitar 200 warga Tionghoa menggelar bdoa bersama dalam peringatan tahun baru Imlek 2566 di GGI Hotel Batam, Batuampar, Kamis (27/2). Dalam acara, mereka menampilkan panggung budaya yang memukau pengunjung.

Warga berebut angpao dari dewa rezeki dalam peringatan perayaan Imlek di GGI Hotel, Batuampar. Foto: Johannes/Batam Pos
Warga berebut angpao dari dewa rezeki dalam peringatan perayaan Imlek di GGI Hotel, Batuampar.
Foto: Johannes/Batam Pos

Diantaranya tari kipas, persembahan dewa angpao, serta pertunjukan karya seni naga Lampion Buddha berukuran 108 x 50 centimeter, sedangkan kepala berdiameter 100 centimeter.

Kepala Naga Lampion Budha yang disiapkan Shinse Aleng itu, dibuat di Pontianak, sedangkan badannya di Batam. Ini bukan rancangan pertama Shinse Aleng, sebab sebelumnya dia juga pernah memenangkan rekor Muri pada tahun 2007 dan 2008 Naga terpanjang se-Indonesia bahkan Asia.

Shinse Aleng mengatakan Naga Lampion Buddha terbuat dari teratai. ”Saya buat dua, untuk di Batam dan Pontianak” ujarnya.

Di Pontianak acara akan digelar pada 28 Februari sampai 5 Maret untuk perayaan Cap Go Meh. Acara dimeriahkan fashion show dan berbagai tarian lampion yang bertemakan Imlek. Kemudian doa bersama dipimpin langsung Shinse Aleng.

”Mendoakan semoga warga Batam selalu baik, terhindar dari permusuhan, tolak bala. Juga mendoakan selamat, yang kurang berhasil semoga tahun depan lebih berhasil lagi,” terangnya.

Selanjutnya, menyalakan lilin oleh para undangan. ”Untuk keselamatan bagi manusia agar tahun yang gelap jadi terang,”harapnya.

Menurut Shinse Aleng, acara ini baru pertama kali di Batam. Warga Tionghoa yang datang bukan saja yang tinggal di Batam, tapi juga dari Bangka Belitung, Pontianak, bahkan ada tamu khusus dari Australia dan Singapura. (cr12/bpos)

Respon Anda?

komentar