Hutan Konservasi di Batam Sisa 901 Hektare

404
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Hutan konservasi di Batam kian hari makin sedikit. Sesuai surat keputusan (SK) Menteri Kehutanan (Menhut) Nomor 867/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan Provinsi Kepri,hutan konservasi yang dulunya seluas 2.065,65 hektare menjadi 901 hektare.

ilustrasi
ilustrasi

Hutan tersebut kemungkinan bakal terus menyusust, dengan semakin lajunya pertumbuhan industri di Batam.

”Padahal sebelum keluar SK 867 masih sangat luas,” ujar Kepala Seksi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Batam, Nurpatria Kurniawan beberapa waktu lalu.

Ia sangat khawatir, apabila hutan konservasi akan menghilang dari Batam. Sebab menurutnya, setelah SK 867 dikeluarkan. Batas-batas hutan konservasi yang seluas 901 hekatare, sudah tidak jelas. “Hingga kini batasnya belum kami ketahui,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan kalau 901 hektare hutan konservasi tersebut, 600 hekatarenya berada di daerah Sungai Ladi. Selebihnya ada di Mukakuning dan Tembesi. “Dulu sebelumnya hutan konservasi tersebut satu. Namun sekarang hutan tersebut sudah terpisah, antara hutan konservasi yang satu ke yang lain terpisah dengan adanya daerah yang sudah di berikan PLnya,” ujarnya.

Untuk melindungi hutan konservasi yang tersisa tersebut. BKSDA sedang menyusun potensi hutan tersebut.  Ada 70 jenis tumbuhan dan hewan yang sudah teridentifikasi tinggal dalam hutan konservasi tersebut. Untuk tumbuhan ada pohon sorea, meranti, dan pelawan. Sedangkan hewan yang bisa menjadi potensi hutan konservasi adalah tupai terbang dan kukang emas. Ia berharap dengan menonjolkan potensi yang ada di hutan konservasi, tidak ada lagi pengurangan lahan hutan konservasi.

“Dengan potensi yang kami beberkan ini, bisa membuat para pembuat kebijakan berpikir. Kalau mengurangi lahan konservasi, ada beberapa tanaman dan hewan yang perlu dilindungi,” ujarnya. (cr3/bpos)

Respon Anda?

komentar