Setahun Anjing Polisi Habiskan Anggaran Rp 270 Juta

1132
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Unit Satwa K9 Direktorat Sabhara Polda Kepri memiliki delapan anjing pelacak jenis german shepherd alias herder serta belgian malinoi.

Anggota  Sabhara Polda Kepri sedang melakukan latihan Unit Satwa K9 anjing pelacak dalam mencegah aksi kejahatan di Nongsa,Senin (2/3). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Anggota Sabhara Polda Kepri sedang melakukan latihan Unit Satwa K9 anjing pelacak dalam mencegah aksi kejahatan di Nongsa,Senin (2/3). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Kedelapan anjing K9 Polda Kepri itu memiliki nama, usia, plus keahlian. Bob berusia dua tahun keahlian narkotika, Doni dan Tanja berusia satu tahun keahlian narkotika, Lexus usia tiga tahun keahlian Narkotika. Boni usia dua tahun ahli mencium bahan peledak, serta Max usia tiga tahun keahlian mencium bahan peledak.

”Dulu setiap anjing memiliki pangkat, namun saat ini tak digunakan lagi. Masa pensiunnya hingga delapan tahun, setelah itu kami hibahkan,” ujar Direktur Sabhara Polda Kepri, Kombes Pol, Anang, Senin (2/3).

Ia mengatakan, Seluruh anjing tersebut didatangkan langsung dari Mabes Polri. Setiap anjing harganya cukup fantastis, sama dengan satu unit kendaraan Rp 145 juta per ekornya. Begitu pun perawatannya, membutuhkan anggaran yang cukup besar.

”Dalam setahun menghabiskan anggaran Rp 270 juta,” sambungnya.

Menurutnya, anjing diberi makan khusus bernama royal canin serta vitamin.

”Kadang dicampur kornet, telur, daging, maupun keju. Sehingga anjing tak bosan,” bebernya.

Ia mengatakan, setiap anjing ini didatangkan dari Belanda dilengkapi sertifikat. Mereka memiliki keahlian atau spesialis masing-masing. Empat anjing ahli mendeteksi narkoba, dua ahli mengendus bahan peledak, serta dua di antaranya ahli melacak secara umum seperti mencari korban bencana alam.

”Direktorat Sabhara dilengkapi fungsi pendukung, Unit Satwa K9. Kesatuan ini merupakan tulang punggung keberhasilan Polri dalam mengungkap berbagai kasus,” ungkap Anang, Senin (2/3).

Keberadaan K9, menurut Anang, bukan hanya dipergunakan Ditsabhara Polda Kepri semata. Namun Direktorat lain juga kerap meminta bantuan unit ini dalam mencari narkoba, bahan peledak, maupun SAR.

”Penciuman anjing lebih baik dibandingkan alat buatan manusia seperti metal detektor,” ungkap perwira berpangkat tiga mawar di pundaknya ini. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar