Imigrasi Masih Tahan Wanita Transgender Asal Malaysia

260
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Kantor Imigrasi kelas I A Batam, masih menahan Rafizi bin Muhammad Ismail warga Malaysia yang ketahuan membuat paspor Indonesia di Batam dengan cara memalsukan dokumen, Selasa (3/3) lalu.

Wanita transgender yang nekat membuat paspor Indonesia demi menikah dengan Mahasiswa asal Arab di Negaranya itu, kini masih menjalani pemeriksaan.

Dari pemeriksaan sementara, Rafizi terancam dua tindakan pelanggaran keimigrasian yakni tindakan administratif keimigrasian dan penyidikan pro-justicia.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan, jadi masih ditahan disini,” ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Batam Rafli, Rabu (4/3).

Jika tindakan administratif Keimigrasian terbukti jelas Rafli, Rafizi akan dikenakan sanksi administrasi yaitu dideportasi. Tapi jika masuk dalam tindakan pro-justicia maka Rafizi juga akan dikenai sanksi pemalsuan dokumen. Dokumen yang dimaksud seperti KTP, KK, Akte Lahir dan lain atas nama Riggeena Fiziana Kelahiran Jakarta, 08 Juli 1977 sebagai berkas perlengkapan pengurusan paspor yang sudah dimasukan ke kantor Imigrasi.

Disinggung apakah ada sindikat pembuat dokumen palsu, Rafli bakal menyelidiki. Hanya saja katanya dari pengakuan, yang  bersangkutan membuat dokumen tersebut dengan temannya.

“Tapi setelah dihubungi, nomor ponsel temannya ini sudah tidak aktif lagi,”terang Rafli.

Saat ini Rafizi masih ditahan di sel Imigrasi Harbourbay, Batuampar. Rafizi melanggar UU No 6 Tahun 2011 pasal 26 huruf C mengenai pemalsuan dokumen dan perjalana. Ia terancam dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 500 juta. (eja)

Respon Anda?

komentar