Para Supir Angkot Lempar 4 Poin ke Kepala Dinas Perhubungan

269
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Ketua koordinator massa Persada 12, Nur Simatupang kepada wartawan menuturkan, aksi demo para supir angkot Bimbar ini, mereka mempertanyakan empat poin langsung terkait izin trayek angkutan umum di Kota Batam ke kepala Dinas Perhubungan, Zulhendri.

“Yang pertama, selama ini yang ada izin trayek ke dapur 12, hanya Bimbar dan beberapa Persibata, tapi kenapa sekarang Bus karyawan dan angkot kerry (Camry, red) juga masuk,” ujar Nur disela demo di Baloi, Rabu (4/3).

Ironisnya lagi, bus karyawan yang masuk ke dapur 12 juga mengambil penumpang umum layaknya angkot. Kondisi ini jelas sangat merugikan para supir angkot yang memiliki izin trayek ke arah sana.

“Tidak saja di Dapur 12 yang trayeknya tak jelas, di depan mata bapak-bapak pegawai Dishub ini pun (Jalan raya Baloi,red) tak jelas, angkot kerry bisa lewat leluasa padahal izin trayek tak ada, kenapa tak ditindak?,” kata Nur lagi.

Poin kedua, supir angkot juga mempertanyakan izin trayek angkot Persibata.  Yang mana sebagian besar angkot Persibata izin trayek sudah habis masa berlaku, tapi Persibata masih saja menambah armada.

Poin yang ketiga, supir angkot mempertanyakan penarikan retribusi terminal dapur 12.

“Petugas hanya minta ke angkot Bimbar yang punya izin trayek, sementara Persibata lainnya dibiarkan. Kami tangkap tapi dilepaskan petugas Dishub disana. Apa istimewa Persibata dari kami,” ujar Samson Sihotang, Penasehat Persada 12.

Poin ke 4 yaitu, mempertanyakan fasilitas di terminal Dapur 12 yang minim perawatan, dan juga tidak dilengkapi toilet, padahal Dishub setiap hari menerapkan retribusi.

“Sudah kayak hutan, tak ada tempat berteduh, toilet pun tak ada, lantas apa sumbangsih Dishub terhadap angkot yang dipatok retribusi setiap kali masuk terminal itu,”kata Samson.

Pantauan di lokasi, kondisi terminal Dapur 12 saat ini sebenarnya sudah tak layak dikatakan terminal. Karena selain tak terurus dengan baik, terminal itu pun tidak dilengkapi fasilitas yang memadai layaknya terminal di kota lain pada umumnya. (eja)

Respon Anda?

komentar