Nakhoda Itu Terancam 5 Tahun Sebab Jual Solar di Tengah Laut

412
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Heri Hardianto, nakhoda Kapal TB Bintang Jaya terancam pidana 5 tahun. Pria berusia 38 tahun ini didakwa dengan undang-undang migas dan pengelapan karena menjual solar di laut tanpa izin.

Dugaan tindak pidana yang dilakukan Heri berawal dari permintaan Johan yang ingin membeli 4.000 liter solar dari Kapal TB Bintang Jaya milik perusahaan tempat terrdakwa bekerja.

Karena mengetahui adanya sisa solar dari kapal tersebut, Heri pun menyanggupi permintaan itu. Saat itu, ia menawarkan harga solar Rp 5.200 per liternya dan pembayaran bisa dilakukan via transfer.

Setelah sepakat, akhirnya Heri membuat janji bertemu dengan Johan di Perairan Pulau Meriam, 17 Desember lalu. Apalagi disana Heri sedang melakukan pekerjaan mendorong sebuah kapal menggunakan Kapal TB Bintang Jaya.

Tak berapa lama, Johan datang dengan dua kapal Pancung tanpa nama. Dengan cara dipompa, solar tersebut akhirnya berpindah dari Kapal TB Bintang Jaya ke kedua kapal pancung.

Namun saat pemindahan solar berlangsung, mereka tiba-tiba didatangi polisi perairan yang sedang berpatroli dan menanyakan izin penjualan solar di laut. Namun saat itu, Heri tak bisa menunjukan dan mengakui jika minyak solar itu merupakan punya perusahaan tempatnya bekerja. Karena bersisa dan ada permintaan, maka ia nekat menjual.

”Jumlah volume solar yang telah dipindahkan dari Kapal TB Bintang Jaya sebanyak 3.720 liter. Bahwa terdakwa melakukan niaga BBM tanpa izin,” terang Isnan, SH, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam dalam persidangan, Kamis (5/3).

Karena perbuatan itu, terdakwa dijerat dengan pasal 53 huruf d jo pasal 23 UU RI no 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas serta pasal 374 tentang pengelapan dalam perusahaan dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun penjara. (she/bpos)

 

Respon Anda?

komentar