Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Nongsa menggerebek permainan judi dadu guncang atau cingkoko di lokalisasi Teluk Bakau Nongsa, Kamis (5/3) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat melakukan penyergapan yang dipimpin langsung Kapolsek Nongsa Kompol Arthur Sitindaon, pelaku banyak yang melarikan diri.

Petugas hanya mengamankan lima orang pelaku berinisial MA, PR, AB, ST dan SG. “MA dan PR sebagai penyelenggara, sedangkan pemainnya AB, ST, dan SG,” ujar  Arthur Sitindaon, Jumat (6/3).

Petugas juga mengamankan Barang bukti berupa uang yang dijadikan taruhan judi. Sebanyak 69 Dolar Singapura, 3 Ringgit Malaysia, Rp 4.150.000, tujuh hape dan dadu. “Pelaku selama ini merasa besar kepala, karena merasa aman atas perbuatan yang dilakukannya. Padahal petugas kami sudah mengintainya,” ungkap Arthur.

Menurut Arthur, perjudian di wilayah hukumnya itu sudah lama berlangsung. Namun setiapkali dilakukan penggerebekan, tidak pernah mendapatkan hasil. Dugaan Kapolsek razia yang dilakukan sebelumnya bocor. “Di depan gerbang ada yang berjaga, kalau petugas masuk ketahuan. Namun kali ini tak ada ampun,” katanya.

Menurut salah satu pelaku, MA mengatakan bila dirinya baru memulai usaha haramnya tersebut. MA memulai lapak judi sekitar pukul 21.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dinihari. Sekali membuka lapak, MA bisa menghasilkan Rp5 hingga Rp7 juta.

Selain memberantas perjudian Teluk Bakau, Polsek Nongsa sebelumnya sudah menggerebek perjudian Song  di kawasan Pantai Sakilak, Batubesar, Nongsa, Rabu (4/3) malam. Polisi juga mengamankan lima orang tersangka, yakni My, Ds, Ie,  Am, serta ER, serta barang bukti dua set kartu remi dan uang Rp300 ribu.

Penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah dengan adanya perjudian di lingkungan mereka. “Hal ini komitmen kami memberantas segala bentuk perjudian,” kata Kapolsek.

Menariknya, salah satu pelaku berinisal Er mengaku kecanduan judi. Ibu satu anak ini mengaku tak bisa menahan diri untuk bermain ketika ada temannya yang bermain judi. “Kalau ada uang saya main judi, kalau tak ada saya diam saja di rumah,” ungkap Er sambil menutup mukanya.

Kapolsek mengatakan penyelenggara perjudian dijerat pasal 303 ayat 1 KUH Pidana dengan ancaman 10 tahun penjara. Sedangkan pemain pasal 303 bis ayat I KUH Pidana dengan ancaman empat tahun. “Kami menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui prakktek perjudian, segera lapaorkan,” katanya.(hgt).

Respon Anda?

komentar