TNI AL Gagalkan Aksi 6 Perompak di Perairan Tanjunguncang

360
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Jajaran TNI Angkatan Laut (AL) menggagalkan upaya perompakan terhadap kapal yang lego jangkar di sekitar perairan Tanjunguncang, Kamis (5/3) sekitar pukul 05.00 WIB.

Komandan Guskamlabar (ke dua dari kanan) mengekspos tangkapan perompak yang di laksanakan di kantor Lanan TNI Angkatan Laut. Kamis (5/3). Foto: Johannes/BatamPos
Komandan Guskamlabar (ke dua dari kanan) mengekspos tangkapan perompak yang di laksanakan di kantor Lanan TNI Angkatan Laut. Kamis (5/3).
Foto: Johannes/BatamPos

Para pelaku perompakan tersebut, yaitu N, 50, warga Pulau Babi, Belakangpadang yang berperan sebagai tekong, Aa, 28 warga Perumahan Fanindo, Batuaji, Tg, 22 warga Kaveling Kamboja, Sagulung, S, 30, Rj, 22, dan Js, 21, warga Dapur 12, Sagulung.

”Para pelaku ini tertangkap saat mencoba masuk ke kapal-kapal yang lego jangkar di perairan Tanjunguncang,” ujar Komandan Guskamla Armabar, Laksamana Pertama Abdul Rasyid Kacong di Lanal Tanjungsengkuang.

Para perompak tersebut diamankan saat hendak melakukan aksinya  menggunakan pancung kayu bermesin 40 PK.

Dari tangan para pelaku ini, petugas mengamankan dua bilah katana, sepuluh pisau cutter, kunci pas, obeng, busi, dan lainnya.

”Sebelumnya sudah ada laporan masuk dari pengguna jasa laut, IFC Singapura, POCC Singapura, dan instansi keamanan negara tetangga, tentang keberadaan para perompak ini, mereka sering beraksi hingga ke Selat Malaka,” kata Rasyid.

Berangkat dari informasi tersebut, anggota TNI AL yang merupakan tim Sea Rider Western Fleet Quick Response (WFQR) langsung bergerak melakukan patroli.

Saat berada di posisi 01 08 519 U-103 55 273 Tanjunguncang, tim ini mendeteksi enam pelaku perompakan tersebut. Meskipun sempat mencoba kabur menggunakan boat pancung, namun enam pelaku tersebut berhasil dibekuk. Mereka diduga pemain lama.

Selama ini, sambung Rasyid, memang sudah banyak laporan yang masuk melalui hotline WFQR dengan 0778 413498 atau 081270310900, namun selalu gagal ditangkap karena para perompak berhasil kabur ke laut dangkal.

”Kalau tak salah ada 17 laporan yang masuk selama 2015 ini, tapi kali ini kami benar-benar tangkap,” tuturnya.(eja/bpos)

Respon Anda?

komentar