Dijebak, Polisi Tangkap Sindikat Pengedar 12 Kg Ganja di Pelabuhan

217
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Satres Narkoba Mapolresta Barelang berhasil mengungkap siapa pemilik 10 paket ganja seberat 12 Kg yang ditemukan di pelabuhan Beton Sekupang, Rabu (4/3) lalu.

Empat Pelaku sindikat 12 kilogram ganja yang dirazia polisi di Pelabuhan Sekupang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Empat Pelaku sindikat 12 kilogram ganja yang dirazia polisi di Pelabuhan Sekupang.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Empat orang tersangka kepemilikan Ganja kering itu adalah Su dan Bl dua warga Binjai, Sumatera Utara, berserta Dr dan Pm dua warga Batam yang dibekuk ditempat dan waktu yang berbeda.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin kepada wartawan menuturkan, terungkapnya siapa pemilik ganja tak bertuan itu berdasarkan informasi dan bukti yang didapat dari lokasi penemuan ganja kering dalam koper di pelabuhan Beton, Sekupang

“Dari petunjuk tersebut, anggota akhirnya bekuk Su, sore harinya di sekitaran pelabuhan juga,” ujar Asep.

Setelah Su, polisi menjebak Pm yang akan menerima paket Ganja yang dibawa Su tadi. Dari nyanyian Su dan Pm, polisi bergerak ke Binjai dan membekuk Su dan Bl sebagai pemasuk barang haram tersebut.

“Su dan Bl ini yang mengirim ganja dari Binjai ke Batam melalui Dr,” ujar Asep.

Meskipun pengirim, kurir dan penerima paket ganja kering itu sudah ditangkap, namun tugas kepolisian belum selesai, karena satu tersangka utama lainnya yang akan mengedar ganja tersebut di Batam masih buron.

“Satu lagi masih buron, dia yang pemesan sesungguhnya,” ujar Asep.

Kasat Narkoba Mapolresta Barelang Kompol Irham Halid menambahkan komplotan ini pemain lama dan sudah sering kali mendatangkan barang haram itu ke Batam melalui jalur yang sama.

Sementara itu, Dr dan Pm mengaku sekali berhasil membawa barang haram itu satu kilogram dihargai Rp300 ribu.

“Kalau kami hanya bawa saja, sekilo kami dibayar Rp300 ribu,” ujar Dr.

Sementara Su dan Bi, mengaku hanya debagai distributor. Ganja tersebut didapat dari Aceh dengan harga Rp600 ribu per kilogram.

“Kalau jual ke Batam Harganya diatas Rp1 juta,” ujarĀ  Su. (eja)

Respon Anda?

komentar