GubKepri Minta Mafia Lahan Dihukum

286
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id  – Gubernur Kepri HM Sani meminta aparat penegak hukum untuk tidak takut memproses para mafia lahan, termasuk pejabat pemerintah yang memiliki kewenangan mengalokasikan lahan, jika terlibat dalam permainan kotor itu.

Peringatan itu disampaikan Sani menjawab maraknya kongkalingkong pengalokasian lahan di Batam yang menyebabkan semrawutnya tata ruang Kota Batam.

“Kita harapkan tidak ada mafia lahan di Batam. Nanti kita adakan pertemuan dengan instansi terkait lainnya agar hal ini tidak terjadi lagi,” ujar Sani Minggu (8/3).

Sani juga mengingatkan para pejabat yang berhubungan dengan lahan di Badan Pengusahaan (BP) Batam agar patuh pada aturan yang berlaku. “Saya ingatkan kepada mereka yang menangani masalah lahan kiranya dalam mengalokasikan lahan harus sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” pesan mantan Bupati Karimun ini.

Terkait proses hukum, Sani mengaku sangat mendukung aparat penegak hukum untuk turun tangan dan memproses siapa saja yang terlibat sebagai mafia lahan. “Kalau untuk proses hukum tetap kami support. Siapa yang tidak mensupport hukum? Pasti kami support jika aparat penegak hukum memproses mafia-mafia lahan ini,” tegasnya.

Sebenarnya, kata Sani, tanpa dirinya harus meminta, aparat penegak hukum telah mengetahui tugas dan fungsinya jika melihat ada masalah hukum yang terjadi. Walau ia akui saat ini penegak hukum mulai turun tangan terkait hal ini. “Tanpa saya turun tangan sebenarnya tupoksi aparat penegak hukum untuk masalah ini sudah ada. Jadi kami mensupport saja. Silakan jalan kalau mau menegakkan hukum,” tegasnya. (spt)

Respon Anda?

komentar