Batam Butuh Satgas Perlindungan Anak

245
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pemerkosaan balita oleh ayah kandungnya yang pelakunya telah divonis 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider empat bulan penjara, hanya salah satu dari sekian banyak kasus kekerasan seksual yang terjadi di Batam.

“Kekerasan seksual terhadap anak di Batam itu seperti fenomena gunung es, kelihatannya sedikit tapi pada dasarnya banyak,” ujar Irwan Setiawan, aktivis anak dari Yayasan Setara Kita Batam, tadi malam (1/9/2015).

Melihat fenomena ini, Irwan menyebut Batam butuh Satuan Tugas (satgas) Perlindungan Anak. Saat ini di tingkat nasional ketua Satgasnya Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto.

Irwan menjelaskan, Satgas Perlindungan Anak ini penting, supaya berbagai kasus kekerasan terhadap anak bisa cepat tertangani dan terdeteksi dini. Satgas ini, kata Irwan, sebaiknya hadir mulai dari tingkat kota/kabupaten, kecamatan, kelurahan, RW, hingga ke tingkat RT.

“Malah lebih bagus kalau anggota satgasnya itu melibatkan RT/RW masing-masing karena mereka yang lebih tahu kondisi warganya,” ujar Irwan.

Menurutnya, persoalan anak, tidak akan selesai hanya di Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD). Apalagi di Kepri, rentang kendali yang jauh. KPPAD lebih tidak akan sanggup. “Makanya perlu Satgas Perlindungan Anak,” kata Irwan. (nur)

Respon Anda?

komentar