BPJS, Dengar Tuh Suara Buruh

369
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Aksi damai ribuan buruh di Batam, Selasa (1/9/2015) kembali menyorot kinerja BPJS dan mitranya. Menurut buruh, banyak pengguna BPJS Kesehatan yang dipimpong saat akan berobat.

“Kami menuntut perbaikan pelayanan, baik pengurusan kepesertaan maupun pelayanan di rumah sakit atau klinik mitra BPJS,” ujar Panglima Garda Metal Federasi Serikat Pekerj Metal Indonesia (FSPMI), Suprapto, kemarin.

Suprapto mengungkapkan, pembatasan jumlah pasien di klinik atau rumah sakit yang menjadi mitra BPJS tidak adil. Pasalnya, sakit datangnya tak mengenal waktu. “Kadang tiba-tiba, tapi saat mau berobat katanya kuotanya sudah penuh, suruh datang besok. Ya keburu mati pasiennya,” ujarnya.

Aktivis buruh ini juga menyoroti diskriminasi pelayanan di klinik mapun rumah sakit mitra BPJS. Menurutnya, pemisahan antara pasien reguler dengan pasien BPJS sebagai bentuk diskriminasi. Persoalannya, walapun pasien BPJS datang lebih awal, namun karena menggunakan BPJS, maka ia baru dilayani setelah pasien reguler selesai. Meskipun pasien reguler itu datang belakangan.

Ryan, salah satu pekerja di Batam Centre yang menggunakan BPJS mengungkapkan, ia pernah membawa anaknya ke salah satu rumah sakit mitra BPJS. Namun pihak rumah sakit memintanya datang keesokan harinya karena kuotanya sudah habis. Namun ia sempat diberi opsi, jika ia mau membayar sendiri, maka dokter di rumah sakit siap melayaninya.

“Ini kan tak benar,” ujar Ryan, kemarin. (nur/bpos)

Respon Anda?

komentar