Ini Data Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Batam

652
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri mencatat kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kepri cenderung meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2011, ada 110 kasus dengan melibatkan 142 anak, tahun 2012 naik menjadi 143 kasus melibatkan 199 anak, meningkat pada 2013 menjadi 175 kasus dengan melibatkan 281 anak.

Kota Batam dengan jumlah penduduk terpadat di Provinsi Kepri, tercatat sebagai daerah dengan kasus anak tertinggi se-Kepri. “Dari jumlah (tahun 2013) itu, 75 kasus atau sekira 43 persen terjadi di Batam dengan melibatkan 108 anak,” ungkap Ketua KPPAD Kepri, Eri Syahrial.

Kemudian pada 2014 jumlah kasus anak naik menjadi 226 kasus yang melibatkan 352 anak di Kepri. Dari jumlah itu, Batam menyumbang 111 kasus dengan 217 anak yang terlibat.

“Data itu adalah kasus anak sebagai korban dan anak yang terlibat sebagai pelaku kejahatan,” jelas Eri Syahrial, akhir Juni lalu.

Sebagai korban, kekerasan terhadap anak didominasi oleh kekerasan seksual, tindak kriminal yang dilakukan anak, dan perebutan hak asuh.

“Tren kejahatan terhadap anak, baik fisik, seksual, dan psikologis memang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Eri ini mengungkapkan, tahun 2015 ini saja, berdasarkan data KPPAD Kepri Januari hingga Mei 2015 sudah tercatat 109 kasus anak dengan jumlah anak terlibat 182 anak. Batam lagi-lagi menempati posisi pertama yang memiliki banyak permasalahan anak. Jumlahnya 54 kasus dengan jumlah anak yang bermasalah sebanyak 102 anak.

“Paling banyak di Batam karena konsentrasi penduduk Kepri memang di Batam. Jumlah anak mencapai 34 persen dari jumlah anak di Kepri,” jelas Eri.

Ia mengatakan, jumlah kasus anak yang masuk ke KPPAD Kepri itu di luar dari kasus yang masuk ke KPPAD Anambas dan KPPAD Lingga. Juga kasus di kepolisian yang korbannya tidak melaporkan ke KPPAD. Dengan demikian, data-data kasus anak tidak melalui satu pintu. Bahkan di kepolisian pun belum disatukan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Barelang.

“Artinya, masih banyak kasus anak yang belum dilaporkan ke KPPAD, tapi kita dari KPPAD terus memantau setiap kasus kekerasan terhadap anak melalui media cetak maupun elektronik,” terangnya. (nur/ahmadi/majalah batampos)

Respon Anda?

komentar