Krisis Air di Batam Bisa sampai Desember

318
Pesona Indonesia
Salah satu kondisi dam di Batam yang menyusut. foto: cecep mulyana / batampos
Salah satu kondisi dam di Batam yang menyusut.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Krisis air bersih di Batam diprediksi akan terus berlanjut, setidaknya hingga awal Desember nanti. Sebab Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam memperkirakan curah hujan selama dua bulan ke depan sangat rendah dan tidak akan menambah debit air di dam yang dikelola ATB.

”Perkiraan kami itu hanya untuk mempertahankan (debit air) saja, tidak akan bertambah,” kata Kepala Stasiun BMKG Hang Nadim Batam, Philip Mustamu, Senin (31/8).

Philip memperkirakan, hujan baru akan mulai normal pada akhir November dan sepanjang Desember nanti.

”Sepanjang September ini curah hujannya sangat minim. Dan dibawah normal,” ucapnya.

Disinggung mengenai hujan buatan, Philip mengatakan hal itu adalah opsi yang sia-sia. Sebab hal itu tak akan optimal bila dibuat di Batam. “Angin di Batam sangat kencang. Lalu butuh awan yang tepat. Bila itu diterapkan, maka hujannya tak bakal jatuh di sini,” ungkapnya.

Menyikapi krisis air ini, Philip berharap masyarakat cukup bijak dalam menggunakan air. Sehingga sepanjang September, masyarakat Batam bisa melalui krisis air dengan baik.

Sementara itu, Direktur Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, Tato Wahyu menyatakan ketersediaan air baku di Batam diperkirakan masih akan cukup hingga tahun depan.

“Prediksi kami, dam Duriangkang itu masih aman sampai Mei tahun depan,” kata Tato Wahyu, Senin (31/8).

Asumsi itu, kata ia, sudah termasuk perkiraan kondisi terburuk tak turun hujan di Batam selama beberapa bulan ke depan. Hal ini, sesuai dengan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam yang diterima BP Batam.

“Kami sudah dikasih warning (peringatan) tentang adanya panas seperti ini yang membuat tak turun hujan,” terangnya.

Tato melanjutkan, meski tak turun hujan hingga tahun depan, dam Duriangkang akan jadi penyelamat. Pasalnya, dam Duriangkang merupakan dam terbesar dan penopang utama sumber air baku di Batam. Dam itu mampu menyuplai produksi air hingga 3000 liter per detik (l/det). Namun, seiring kemarau panjang yang terjadi dan makin berkurangnya wilayah tangkapan air (catchment area ) di sekitar dam tersebut akibat dirambah sebagai pemukiman liar, debit air di sana juga berkurang.

“Nanti produksinya dikurangi, dari biasanya 3000 l/det jadi 200 l/det,” kata mantan Direktur Pemukiman dan Agribisnis BP Batam itu.

Tak hanya Dam Duriangkang, Tato juga menyebut dam lain yang berkurang kapasitasnya. Seperti, dam Seiharapan yang mulai mengering.

“Seiharapan memang bermasalah, soalnya catchment area di sekitar sana terbakar beberapa waktu lalu dan belum direboisasi,” jelasnya.

Dengan kondisi itu, Tato meminta masyarakat agar menghemat penggunaan air. Pasalnya, ia menyebut kondumsi air bersih warga Batam termasuk cukup tinggi.

“Rata-rata 170-an liter per hari, kalau standar nasional itu hanya 60-an liter,” kata dia.

Di sisi lain, ia juga meminta agar pihak ATB tidak mematikan aliran air ke beberapa wilayah meskipun produksi air dikurangi.

“Saya bilang ke ATB, tidak boleh mati, debitnya saja dikecilkan,” katanya.

Terpisah, Wali Kota BAtam Ahmad Dahlan Dahlan juga meminta agar masyarakat menghemat penggunaan air.

“Kita harus hemat, karena di Batam itu tidak memiliki sumber mata air tapi mengandalkan dam,” kata Dahlan, kemarin.

Sementara kepada PT Adhya Tirta Batam selaku pengelola air bersih di Batam, Walikota berharap untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.

“ATB harus memberi informasi jelas kalau akan ada pemadaman. Jangan sampai saat lagi mandi, airnya mati,” katanya.

Ia juga menyerukan kepada umat Muslim di Batam agar turut berdoa memohon diturunkannya hujan. Sehingga, debit air baku di Batam bertambah.

“Kalau suasana begini, sudah saatnya kita salat Istisqo (minta hujan),” ujarnya.

Purnomo Andiantono, Direktur Humas dan Promosi BP Batam mengatakan bahwa untuk mengatasi hal ini, tidak ada yang bisa dilakukan BP Batam dalam jangka pendek. Tetapi jangka menengah sudah direncanakan akan melakukan pengerukan di semua dam. Dimulai dari Dam Seiharapan.

”Kami juga akan mencegah sedimentasi di semua dam,” katanya. (ska/rna/ian/bpos)

Respon Anda?

komentar