Pak Menteri, SMK di Batam Kurang Guru dan Ruang Praktik

271
Pesona Indonesia

batampos.co.id  – Sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Batam masih kekurangan ruang praktik dan guru ahli di bidangnya. Ini membuat sejumlah sekolah terpaksa para siswanya praktik di luar ruangan. Kalaupun ada, siswa-siswa harus rela bersempit-sempitan dalam satu ruang praktik.

”Kita memang harus akui banyak SMK kita kekurangan ruang praktik, seperti SMK 5 dan SMK 6. Termasuk juga gurunya yang ahli di bidangnya,” kata Riky Indrakari, Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, kemarin (31/8).

Riky mengatakan minim dan terbatasnya ruang praktik ini dikarenakan terbatasnya anggaran yang diajukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam. Padahal, kata dia, DPRD Kota Batam malah mendorong untuk pembenahan ruang praktik tersebut. ”Tetapi saya melihat Disdik selalu mengharapkan anggaran untuk itu dari Provinsi Kepri,” ujarnya.

Menurut Riky, sebagai sekolah kejuruan, maka keterampilan adalah menjadi keharusan. Tanpa praktik yang memadai, maka tidak ada keunggulan dari SMK.

”Pengajar juga banyak dari luar. Sama dengan honorer,” jelasnya.

Kepala SMK Negeri 5 Perkapalan Sagulung, Agus Shahrir, mengatakan sekolahnya saat ini memiliki tempat praktik atau workshop yang sangat kecil. Di mana, satu ruang kelas dibagi menjadi dua ruang praktik. Padahal siswa di sekolah tersebut lebih dari 1.100 orang.

Saat ini, kata dia, ruang praktik hanya untuk jurusan mesin dan las, dan workshop rancang bangun kapal.

”Jadi yang workshop mesin dan las itu ukurannya satu kelas, lalu dibagi dua. Demikian juga yang rancang bangun kapal, juga dibagi dua,” ungkapnya.

Selain itu, guru bidang studi perkapalan di sekolah tersebut juga sangat minim. Sehingga, untuk mengatasinya sekolah membayar praktisi perkapalan untuk mengajar di sekolah tersebut. Saat ini hanya ada beberapa guru saja yang ahli di bidangnya.

”Sekolah ini bidang perkapalan, tetapi guru di bidang perkapalan sangat minim. Kita terpaksa bayar dari luar. Kita bayar dengan kas sekolah,” terangnya.

Agus berharap Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Pemnerintah Provinsi (Pemprov) Kepri memberikan perhatian ke sekolah tersebut, terutama untuk fasilitas. Mengingat lahan sekolah itu masih sangat banyak yang kosong. (ian)

Respon Anda?

komentar