Asap di Sumatera Ganggu Jadwal Penerbangan di Batam

233
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id –  Penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam terganggu secara tak langsung karena kabut asap yang melanda beberapa bandara yang ada di Sumatera.  Ada beberapa maskapai yang melakukan delay, untuk beberapa rute. Ada juga yang membatalkan penerbangan. Rute penerbangan yang tergangu itu dari Batam menuju Jambi dan Pekanbaru.

“Jambi tutup, Pekanbaru juga. Sekitar pukul 10.00 keadaan di Jambi sudah membaik, sedangkan Pekanbaru dari pukul 09.00 tadi,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso saat ditemui Rabu (2/9).

Dijelaskan Suwarso, jarak pandang di sekitaran bandara Jambi dan Pekanbaru dibawah 500 meter. Hal ini sangat berbahaya bagi penerbangan.

“Setelah agak siang, jarak pandang di Jambi menjadi 2.500 meter dan Pekanbaru kembali normal,” ujarnya.

Hang Nadim, kata Suwarso mengalami gangguan tak langsung.  Sebab ada beberapa penerbangan ke sana, dilakukan secara esatafet.

“Misalnya penerbanan dari Medan menuju ke Jambi, tapi sebelum ke Jambi mereka transit dulu ke Batam. Penerbangan yang seperti itu yang terganggu. Lalu juga penerbangan langsung menuju ke daerah yang mengalami dampak kabut asap,” ucapnya.

Dulu pihak bandara yang memutuskan untuk terbang atau mendaratnya pesawat. Namun sekarang keputusan itu terletak di tangan pilot. Sebab mereka lebih paham dan mengetahui.

“Pilot lah yang memutuskan terbang atau tidak, mendarat atau tidak. Kami hanya sebatas memmberikan informasi saja. Tentang kondisi angin, jarak pandang dan lain-lain,” tuturnya.

Suwarso menerangkan maskapai yang melakukan pembatalan yakni Lion Air. Sementara yang lakukan delay, maskapai Citilink.

“Lion melakukan pemadatan penumpang. Dimana penerbangan pagi saat kabut asap melanda dibatalkan, digantikan pada siang harinya,” ucapnya.

Menurut Suwarso, Lion Air sudah melakukan hal yang benar. Dimana saat penumpang tak jadi berangkat, maka pihak maskapai berlambang kepala singa itu. Memberikan dua opsi, opsi pertama diganti. Sedangkan yang kedua, mengikuti penerbangan pada siangnya.

Namun bila Hang Nadim dilanda kabut asap. Pesawat masih bisa landing.

“Kami memiliki  instrument landing system (ILS). Ada lampu di sepanjang runway. Akan menjadi cahaya menuntut pilot untuk landing. Mau kabut setebal apa pun, akan tetap terlihat,” pungkasnya. (ska)

Respon Anda?

komentar