Batam Masih Seksi

697
Pesona Indonesia
Forum Bisnis BP Batam dengan Pengusaha dari Eropa. Foto: istimewa/dok BP Batam
Forum Bisnis BP Batam dengan Pengusaha dari Eropa. Foto: istimewa/dok BP Batam

batampos.co.id – Disaat perekonomian mengalami kelesuan, Batam ternyata masih seksi di mata pengusaha dan investor. Banyak pengusaha dari Eropa yang ingin berinvestasi di Batam, setelah BP Batam mempromosikan Batam di hadapan lebih dari 100 pengusaha Eropa dalam Forum Bisnis bertajuk, “Batam Investment Breakfast Workshop 2015” di Hotel Intercontinental Jakarta MidPlaza, Rabu (2/9/2015).

Ketertarikan pada pengusaha Eropa itu tercermin dari banyaknya pertanyaan mengenai kelebihan dan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan Batam untuk para investor. Bahkan, beberapa pengusaha Eropa menanyakan kondisi Batam saat ini disaat ekonomi dunia sedang menurun.

Mendapat pertanyaan tersebut, Wakil Ketua BP Batam, Jon Arizal menjelaskan, bahwa kondisi perekonomian di Batam lebih baik dari daerah lainnya di Indonesia. Bahkan, ekonomi Batam masih tumbuh meski kondisi perekonomian nasional menurun.

Jon juga menjelaskan, salah satu keunggulan Batam adalah statusnya sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ). Kemudian Batam berada di kawasan strategis, karena hanya berjarak beberapa mil dari negara maju, Singapura. Batam juga berada di selat Singapura dan Malaka yang merupakan salah satu jalur perdagangan terpadat di dunia.

Tak hanya itu, infrastruktur, sistem perizinan yang mudah dan cepat, serta berbagai fasilitas dan kemudahan lainnya juga dijelaskan oleh Jon.

“Intinya, kami memperkenalkan Batam dengan berbagai potensi serta keunggulan yang dimiliki sebagai kawasan industri dan investasi yang terbaik di wilayah Asia Tenggara,” ujar Jon, kemarin.

Forum bisnis tersebut digelar BP Batam bekerjasa,a EU-Indonesia Business Network (EIBN). Direktur Promosi dan Humas, Purnomo Andiantono, menjelaskan EIBN merupakan wadah atau konsorsium kerja sama tempat berkumpulnya perwakilan asosiasi bisnis/komunitas bisnis asal negara-negara Eropa (BritCham, EKONID, IFFCI, INA, EUROCHAMBERS, CCI Barcelona, Euro Cham Indonesia).

“Mereka tergabung dalam sebuah proyek yang dibiayai oleh Uni Eropa,” ujar Purnomo. EIBN akan fokus untuk mempromosikan Indonesia ke negara-negara Uni Eropa sebagai negara yang memiliki potensi untuk melakukan kegiatan perdagangan dan investasi. EIBN juga mendukung aktivitas bisnis negara-negara Eropa di Indonesia.

Selain itu, EIBN juga memiliki program untuk berkontribusi secara efektif dalam mendukung dan menarik bisnis para calon investor dari Uni Eropa terutama SME (Small Medium Enterprise) yang bertujuan untuk mengembangkan usahanya dan gerbang menuju wilayah ASEAN.

Jan Ronnfeld, Managing Director EKONID (Perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman) yang membuka acara tersebut menyempaikan, Eropa masih menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi di wilayah Asia.

Dari BP Batam, selain Jon, hadir juga Asroni Harahap selaku Penasehat BP Batam yang juga sebagai moderator dalam sesi tanya jawab.

Narasumber sumber lainnya, yaitu Eddy Satriya– Asisten Deputi ICT (Information and Communication Technology) and Utilities di Deputi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Eddy memberikan pemaparan mengenai kebijakan masa depan di FTZ Batam atau “Future policies to facilitate investments in Batam Free Trade Zone.

Kemudian ada Aloysa Endang Wahyuningsih, Direktur Promosi Fasilitas Daerah Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM. Ia memaparkan keuntungan berinvestasi di Batam atau “Advantages of setting up a business in Batam and key sector investment opportunities”.

Di acara itu, Mr. Thomas Wevelsiep, Senior Director & CEO PT Infineon Technologies Batam dan Mr. Guido Mauthe yang menjabat sebagai Presiden dan CEO PT Epcos Indonesia Batam, menceritakan cerita sukses mengenai “Batam to become a top quality location for manufacturing industry and logistics.” (mta/bpos/nur)

Respon Anda?

komentar