Cabuli Bayinya, Bapak Divonis 13 Tahun

173
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Majelis hakim yang dipimpin Budiman Sitorus didampingi hakim Arif Hakim, dan Juli akhirnya menyatakan Ac terbukti bersalah mencabuli putri kandungnya, Mawar (nama samaran, red) yang masih bayi. Pria 33 tahun itu dijatuhi hukuman 13 tahun penjara dan denda Rp 60 juta di Pengadilan Negeri (PN) Batam, kemarin. Namun mantan karyawan galangan kapal itu tak terima dan mengajukan banding.

Dalam putusannya, majelis hakim mengaku sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) Zulna Yosepha. Dimana Ac terbukti bersalah mencabuli putri kandungnya hingga menyebabkan kemaluan korban rusak. Hal itu disimpulkan dari fakta-fakta selama persidangan baik dari keterangan saksi dan terdakwa. Sehingga majelis hakim berkesimpulan, perbuatan Ac tak ada alasan pemaaf. Apalagi Ac merupakan orangtua yang harus melindungi anaknya sendiri.

Namun sebelum memutus majelis hakim mengaku telah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan perbuatan terdakwa merusak masa depan putri kandungnya sendiri, meresahkan masyarakat hingga tak mengakui perbuatannya. Sementara hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan.

”Terdakwa terbukti bersalah. Namun tak ada alasan pemaaf sehingga terdakwa harus dihukum,” terang Budiman membacakan surat putusan.

Budiman menjelaskan perbuatan Ac terbukti melanggar pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang pencabulan anak.

”Menghukum terdakwa dengan penjara 13 tahun dan membebankan denda Rp 60 juta subsider empat bulan,” terang Budiman.

Sebelum mengakhiri sidang, Budiman sempat menanyakan tanggapan terhadap putusan. Apalagi pihaknya sudah mengurangi hukuman dua tahun dibandingkan tuntutan jaksa yang meminta Ac dihukum 15 tahun penjara.

”Saya banding yang mulia,” tegasnya kepada majelis hakim. Sementara itu, JPU Zulna mengaku pikir-pikir. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar