Ini Loh, Tahapan Rekayasa Penyediaan Air Bersih untuk Batam selama Krisis Air Baku

224
Pesona Indonesia
Lorensius, pemilik rumah makan Pak De di Jalan Brigjen Katamso, samping Polsek Batuaji menampung air akibat air atb tak mengalir lancar, Selasa (1/9).  Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Lorensius, pemilik rumah makan Pak De di Jalan Brigjen Katamso, samping Polsek Batuaji menampung air akibat air ATB tak mengalir lancar, Selasa (1/9).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – PT Adhya Tirta Batam (ATB) memastikan akan mengurangi produksi air bersih di semua dam yang dikelolanya. Sehingga, secara bertahap, wilayah yang akan mendapatkan penggiliran (rationing) juga akan semakin luas.

Coorporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno, mengatakan saat ini pihaknya hanya melakukan pengurangan produksi air di Dam Seiharapan. Namun pada pertengahan September ini, ATB akan melakukan kebijakan serupa untuk Dam Seiladi. Pelanggan ATB yang menikmati air dari dam ini harus bersiap mendapat giliran penghentian aliran air.

”Dam Seiladi melayani pelanggan di Tanjunguma, Tiban, dan sebagian Baloi,” kata Enriqo, Selasa (1/9).

Enriqo menyebut ada puluhan ribu pelanggan yang selama ini mendapat suplai air bersih dari Dam Seiladi. Seperti halnya di Dam Seiharapan, pengurangan produksi Seiladi sekitar 30 persen dari kapasitas produksi saat ini, yakni 240 liter per detik.

Kondisi Dam Seiladi saat ini juga mulai mengering dengan kedalaman sekitar 315 cm. Jika produksinya normal, maka ketahanan dam ini diperkirakan tinggal 126 hari lagi.

”Kalau produksinya tetap normal, persediaan air akan segera habis.

Padahal kami harus menghemat air hingga Februari tahun depan,” katanya.

Setelah Seiladi, ATB akan melakukan pengurangan produksi air bersih di Dam Mukakuning pada akhir September mendatang.

Daerah yang akan terkena dampak penggiliran adalah sebagian besar wilayah Batuaji dan Mukakuning.

”Mau tidak mau, ini harus kami lakukan,” katanya.

Berikutnya, ATB akan mengurangi produksi air bersih di Dam Duriangkang. Pengurangan dilakukan dalam dua tahap, yakni November dan Desember.

Untuk pengurangan produksi November, ATB akan memberlakukan rationing bagi pelanggannya di wilayah Bukit Senyum, Bengkong, dan sekitarnya.

Sementara untuk pengurangan produksi pada Desember akan berdampak pada penggiliran suplai air untuk pelanggan ATB di wilayah Batam Center.
(rna/bpos)

Respon Anda?

komentar