Kios dan Rumah Liar yang Dibongkar Tak akan Dapat ganti Rugi

275
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Pembongkaran bangunan liar, mulai kios liar, rumah liar, rumah makan hingga minimarket yang berdiri di ROW jalan maupun buffer zone, tidak akan mendapatkan ganti rugi maupun tempat relokasi. Hanya pedagang yang mendapatkan izin dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMP-KUKM) Kota Batam yang dapat.

”Konsentrasi penertiban oleh tim terpadu adalah seluruh kios liar, serta bangunan yang berada di atas lahan buffer zone dan row jalan, maupun yang menyalahi izin,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratimura kepada Batam Pos, Selasa (1/9).

Menurut Nyanyang, kebijakan tersebut berdasarkan laporan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang digelar di kantor Wali Kota Batam, Senin (31/8) lalu.

”Ada 12 rumah makan, minimarket, serta pusat oleh-oleh di depan Edukit Batamcenter. Kawasan ini menjadi target pembongkaran tim terpadu karena dibangun di atas lahan buffer zone,” terangnya.

Dalam rapat itu, lanjutnya, disebutkan kios liar dari Simpang Jam menuju Batuampar terdapat 100 unit yang akan dibongkar. Di antaranya di Simpang Rujak 36 unit, BMC Bengkong 22 unit, Simpang Kodim satu unit, simpang lampu merah Batuampar sembilan kios, seputaran Simpang Rujak dua kios. Selain itu, sebanyak 22 kios dekat Bengkong Garama, serta empat kios di simpang SPBU Baloi Kolam.

Dari Simpang Jam menuju ke Pelabuhan Punggur terdapat 123 unit kios serta kavling ilegal.

”Kios-kios liar tersebut berada di seputaran Pelabuhan Punggur, TPA Punggur, serta Kavling Punggur,” ungkapnya.

Nyanyang juga menyebutkan, di Kampung Melayu Batubesar, Nongsa terdapat 48 unit rumah, perkebunan 12 hektare, kolam lele 12 unit, keramba apung 25 unit, lima unit kandang ayam, serta gerabah dalam waduk yang juga menjadi target pembongkaran tim terpadu.

Sementara itu, Simpang Kabil menuju Mukakuning terdapat 17 unit bangunan liar di depan Perumahan elite Villa Panbil, 20 hektare perkebunan, 28 unit kolam darat, serta 48 unit Keramba Apung.

Di kawasan Batamcenter juga tak kalah banyak. Seperti di seputaran Pantai Pasir Putih, di sebalah kanan dan kiri jalan terdapat 31 unit kios liar, Simpang Frengky 50 unit kios liar yang dikelola Organisasi Kepemudaan (OKP), serta puluhan kios liar di dekat Perumahan Taman Raya.

”Itu titik-titik yang akan ditertibkan hingga akhir tahun 2015 nanti,” terangnya.

Tahun 2016, tim terpadu akan melanjutkan penertiban di beberapa lokasi yang masih dikoordinasikan di internal tim.

”Tempatnya belum ditentukan,” ucapnya.

DPRD, sambung Nyanyang, mendukung penuh penertiban yang direncanakan tim terpadu itu.

”Estetika kota menjadi lebih baik, indah, rapih, dan bersih. Lahan yang ditertibkan akan dipergunakan untuk pelebaran jalan, serta lahan sesuai dengan fungsinya,” ujarnya. (hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar