Bentrok Ruli Kampungbaru, Polisi Tetapkan 10 Tersangka

344
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Polisi menentapkan 10 orang yang terlibat pada bentrok di Ruli Kampungbaru, Baloi Kolam, Lubukbaja, Batam, sebagai tersangka.

Sementara dalang dari aksi premanisme para tersangka sedang diselidiki polisi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Yoga Buanadipta Ilafi mengatakan 10 orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan beberapa jam usai diamankan.

“Saat bentrok terjadi kami amankan 12 orang termasuk satu saksi yang rumahnya dirusak. Sebanyak 10 orang tadi telah kami tetapkan tersangka,” kata Yoga di Lobi Polresta Barelang, Rabu (3/9).

Kesepuluh tersangka dianggap melakukan pengrusakan sejumlah rumah di Kampungbaru tersebut. Mereka juga terang-terangan membawa senjata tajam berupa parang, martil dan benda tajam lainnya.

Berdasarkan keterangan saksi, pihaknya menetapkan sembilan orang sebagai tersangka pengeroyokan dan undang-undang darurat karena memiliki senjata tajam.

“Sembilan tersangka kita jerat dengan pasal 170 Kuhap tentang pengeroyokan. Mereka juga kita jerat dengan pasal 2 UU darurat no 12 tahun 1951 tentang senjata tajam,”imbuh Yoga.

Sementara satu dari sepuluh tersangka atas nama Ayup dikenakan pasal 160 kuhap tentang penghasutan. Ayup dianggap sebagai otak pengumpul massa hingga terjadi bentrok dengan warga sekitar.

“Ayup inilah yang mengumpulkan massa dari berbagai penjuru. Mereka berkumpul di depan PT Arsikon untuk kemudian datang ke lokasi melakukan pengrusakan,” sebut Yoga.

Yoga juga membantah para tersangka termasuk anggota petugas bantuan keamanan dari salah satu aparat keamanan, meski mereka menggenakan seragam ala Wanra.

“Awalnya memang mereka mengaku anggota Wanra, tapi saat kami minta tunjukan KTA, mereka tak bisa membuktikan,”ujar Yoga.

Tak hanya itu, menurut Yoga pihaknya juga sedang mendalami siapa dalang yang menyuruh para tersangka untuk melakukan pengrusakan. Pihaknya juga akan meminta keterangan dari perusahaan yang disebut-sebut sebagai pihak yang menyuruh tersangka.

“Kami sedang dalami. Jika ada indikasi yang mengarah, maka kita akan periksa pihak perusahaan. Namun sejauh ini belum ada,”jelas Yoga lagi.

Pantauan wartawan, empat orang tersangka tampak dibawa petugas polisi menuju lokasi bentrok. Disana polisi melakukan olah TKP yang disaksi beberapa warga sekitar. Olah TKP itu sempat mendapat perlawanan dari warga setempat, namun puluhan polisi yang berjaga dapat menahan aksi tersebut. Para tersangka juga mendapat ancaman dari beberapa warga yang rumahnya dirusak. (she/bpos/jpnn)

Respon Anda?

komentar