Kabut Asap kembali Ganggu Penerbangan

184
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Kamis (3/9) kemarin kembali terganggu kabut asap. Tiga penerbangan mengalami delay (ditunda) karena menunggu kabut asap mereda di daerah tujuannya, yakni Pekanbaru. Sedangkan satu penerbangan tujuan Jambi terpaksa dibatalkan.

”Untuk Citilink cuma satu penerbangan saja yang delay, yakni tujuan PKU (Pekanbaru, red). Tadi pagi (kemarin 3/9),” kata Station Manager Citilink Hang Nadim, Hendra Rusli, saat dihubungi kemarin.

Hal senada diutarakan Station Manager Lion Air Hang Nadim, Zaini Bire. Dia menyebutkan, pesawat Lion Air mengalami delay di dua penerbangan menuju Pekanabaru dan satu batal terbang menuju Batam. ”Hingga sore ini (kemarin), satu penerbangan masih menunggu untuk tujuan Jambi. Kalau tak bisa, terpaksa kami batalkan lagi,” ungkapnya.

Bire mengatakan, kondisi menjadi tak menentu. Ia tak bisa memprediksi, apakah hari ini kondisi sudah normal. ”Kurang tahu saya,” ujarnya.

Sementara itu, pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam, ada ratusan titik panas di Sumatera bagian Selatan. ”569 titik panas ini diduga sebagai pembuat kabut asap,” ujar Kepala Stasiun  BMKG Hang Nadim Batam, Philip Mustamu.

Sebelumnya, pada Sabtu (29/8) lalu, hanya beberapa titik panas saja yang terpantau. Namun selang berapa hari, naik menjadi ratusan. ”Di Sumatera hujan jarang, itupun kalau hujan intensitasnya kecil dan bersifat lokal,” tuturnya.

Akibat ratusan titik asap ini, kata dia, menggangu jarak padang di beberapa bandara di Sumatera. Di Batam jarak pandang pada pukul 07.00 WIB kemarin delapan ribu meter. Lalu pada pukul 10.00 WIB turun menjadi enam ribu meter.

Di Pekanbaru jarak pandang pada pukul 07.00 WIB, hanya 200 meter saja. Lalu pukul 10.00 WIB naik menjadi 400 meter. Di Jambi kondisinya juga cukup parah. Jarak pandang pada pukul 07.00 WIB hanya 700 meter, lalu pukul 10.00 WIB turun menjadi 500 meter.

”Medan pada pukul 07.00 WIB hanya 800 meter. Dan Palembang hanya 700 meter. Baru siang berangsur kembali normal,” ujar Philip. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar