Perkembangan Proyek Jalan Tol dan Dam Sei Gong Galang

333
Pesona Indonesia

Proyek pembangunan fly over (jalan layang) merupakan kerjasama antara BP Batam dengan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal tersebut disampaikan Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono (Andi) saat ditemui di ruangannya.

“Proyek fly over sudah lama kita rencanakan sejak tahun 2002. BP Batam akan memberi dukungan berupa lahan karena fly over akan dibangun pada row jalan, sedangkan anggaran proyek ada di APBN kementerian PUPR. Pengerjaan proyek ini sendiri sedang menunggu review desain dari instansi teknis terkait, dan dari sisi anggaran juga masih menunggu persetujuan multi years dari kementerian keuangan” katanya.

Adapun proyek jalan tol direncanakan untuk memperlancar arus transportasi barang antar kawasan industri dan pelabuhan/ bandara. Sebagai jalan bebas hambatan, maka di jalan tol  tidak boleh ada pertemuan sebidang dengan jalan lain, sehingga tidak ada lampu merah (traffic light) di persimpangan sebagaimana jalan biasa. Jika terjadi pertemuan sebidang dengan jalan lain (persimpangan), maka di lokasi tersebut perlu dibuat fly over atau underpass untuk menghindari pertemuan sebidang.

“Selain itu, dibangunnya jalan tol juga juga untuk memisahkan kendaraan besar dan sepeda motor untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas mengingat tingkat kecelakaan cukup tinggi,” tambahnya.

Menurutnya, tidak tepat anggapan beberapa pihak bahwa rencana pembangunan fly over di Batam terhambat karena proyek jalan tol, justru kedua proyek itu sejalan dan saling mendukung.

Pada saat review desain fly over sudah selesai, dan anggaran multi years sudah disetujui, tentunya kementerian PUPR dapat segera membangun fly over tanpa harus menunggu pembangunan jalan tol. “Tidak ada masalah, silahkan saja fly over dibangun terlebih dahulu jika kementerian PUPR sudah siap” tambahnya.

Kemudian menanggapi isu ketersediaan air baku di Batam, Andi menghimbau agar masyarakat Batam menggunakan air dengan bijak. Andi menjelaskan bahwa BP Batam bekerjasama dengan Ditjen SDA kementerian PUPR juga mempunyai rencana membangun Dam Sei Gong Galang yang saat ini sedang dalam proses izin multiyears dari Kementerian Keuangan.

“Dam ini sebagai antisipasi kebutuhan air baku di Batam ke depan.” ucapnya.

Dalam upaya penyediaan air bersih, BP Batam sejak tahun 1974 telah mebangun 8 (delapan) dam/waduk air bersih di Batam di antaranya waduk Sei Harapan, waduk Sei Nongsa, waduk baloi, waduk Sei Ladi, waduk Muka Kuning, Waduk Duriangkang, dan waduk rempang. Sedangkan saat ini waduk Tembesi masih dalam proses desalinasi air laut menjadi air tawar.

Andi selanjutnya menyampaikan bahwa banyak proyek infrastruktur ke depan yang direncanakan BP Batam untuk menjaga iklim investasi, misalnya proyek renovasi pelabuhan, perluasan bandara, pelebaran jalan dan sebagainya. BP Batam sangat komit terhadap pembangunan infrastruktur dan memerlukan dukungan masyarakat luas untuk kesuksesan pelaksanaan proyek tersebut.

“Semua ini merupakan rencana jangka panjang dan berkesinambungan yang ditujukan agar iklim investasi terjaga, dan bukan program sesaat untuk keperluan lain seperti kampanye pilkada dan sebagainya,” tegasnya mengakhiri wawancara. (rilis)

Respon Anda?

komentar