UIB Buka Jalur Khusus Program Internasional

544
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Universitas Internasional Batam (UIB) berniat membuka satu kelas khusus untuk program internasional (international program). Jalur pendaftarannya pun khusus, dimulai sejak awal tahun ajaran.

”Supaya anak-anak yang akan berangkat ke luar negeri itu lebih siap,” kata Sabariman, Wakil Rektor III UIB saat berkunjung ke kantor redaksi Batam Pos, Rabu (2/9).

Program internasional merupakan sebuah program yang memungkinkan mahasiswa UIB untuk bertandang ke luar negeri. Atau mahasiswa luar negeri berkunjung ke UIB.

Programnya meliputi tiga jenis. Yakni, program pertukaran pelajar (student exchange) yang hanya berlangsung selama dua minggu, program transfer kredit (credit transfer) yang berlangsung selama satu semester, dan program gelar ganda (double degree) yang berlangsung selama empat semester (dua semester di luar negeri dan dua semester di UIB).

Selama ini, kata Sabariman, program internasional ditawarkan secara manual kepada para mahasiswa dari satu program studi ke program studi yang lain. Biasanya, untuk mahasiswa semester III hingga semester V. Persiapan yang dilakukan sebatas persiapan bahasa dan akademik.

Pria yang menjadi wakil di bidang kemahasiswaan itu mengatakan, sebagian besar mahasiswa yang mengikuti program ini tidak mengeluhkan bahasa. Keluhan mereka cenderung pada kemampuan untuk bertahan hidup. Seperti misalnya, menyiapkan masakan, membersihkan rumah, dan keperluan rumah tangga lainnya.

”Rata-rata mahasiswa kami itu kan berasal dari kalangan menengah. Mereka tidak pernah menyapu ataupun mencuci baju,” katanya.

Di luar negeri, mau tak mau, mereka harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri. Sebab, pemerintah setempat tidak menyediakan orang untuk mengerjakan tugas tersebut.

Mereka yang kuat akan berusaha melakukannya. Sebagian besar, merasa keberatan dan ingin kembali ke tanah air lebih cepat. ”Makanya, ketika orangtua melihat anak itu bisa mengerjakan pekerjaan rumah, setelah program internasional, mereka justru terkejut,” kata Arseto H Pinontoan, Humas UIB yang datang mendampingi Sabariman.

Ia menceritakan, satu mahasiswa yang mau mencuci baju dan membersihkan kamarnya sepulangnya dari luar negeri. Ibu mahasiswa itu bahkan melarang sang anak melakukannya. Sebab, mereka memiliki penata laksana rumah tangga. ”Tapi mahasiswa itu menolak. Katanya, ‘sudah biasa’,” tambah pria yang akrab disapa Seto itu lagi.

Kemandirian serta soft skill merupakan target lain yang ingin dicapai melalui program internasional tersebut. Target utama, pengembangan sisi akademis mahasiswa. ”Program internasional ini semacam pembayaran utang kami atas nama kami, Universitas Internasional Batam,” ujar Sabariman, Wakil Rektor III UIB lagi.

Program internasional itu telah dimulai sejak tahun 2010. Waktu itu, UIB hanya bekerja sama dengan negara-negara di Asia Tenggara. Baru pada tahun 2012, UIB memperluas kerja samanya dengan negara Tiongkok, Jepang, dan Korea. Baru-baru ini, ada 23 mahasiswa Korea yang datang ke UIB untuk mengikuti program internasional.

Saat ini pun, ada empat mahasiswa UIB yang mengambil program credit transfer di Korea. Mereka menghabiskan satu semester di negeri ginseng itu. ”Mereka berangkat Agustus dan kembali November nanti,” timpal Arseto H Pinontoan lagi. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar