Seorang Guru Dipecat, Siswa SMA 19 Batam Demo

746
Pesona Indonesia
 Ratusan siswa dan siswi SMAN 19 Batam di Batuaji melakukan unjuk rasa di halaman sekolah mereka sambil membawa poster yang bertuliskan kembalikan guruku, Kamis (3/9). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Ratusan siswa dan siswi SMAN 19 Batam di Batuaji melakukan unjuk rasa di halaman sekolah mereka sambil membawa poster yang bertuliskan kembalikan guruku, Kamis (3/9).
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Siswa SMA 19 melakukan unjuk rasa lantaran salah satu guru yang mereka favoritkan dikeluarkan dari sekolah. Aksi tersebut mereka lakukan di halaman depan sekolah yang berlokasi di Jalan Brigjend Katamso Tanjunguncang. Kamis (3/8) siang.

”Padahal ibu guru itu sangat baik, saat kami masuk dulu hanya dia guru cewek, kami sayang sama dia,” ujar siswa IPS kelas XI, Olivia.

”Dia tempat curhat kami,” timpal siswa IPA kelas XI , Yhara Efkahany.

Guru yang dimaksud adalah Dina Dana Lestari, guru honorer bahasa Inggris.

Sekira satu jam lebih mereka bertahan di halaman depan sekolah sebelum perwakilan mereka diterima pihak sekolah untuk melakukan audiensi yang juga dihadiri pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam.

Berbagai kertas manila ukuran besar bertuliskan ”kembalikan guru kami dan please back our teacher” menghiasi aksi tersebut.

Kasi Kurikulum Pendidikan Menengah Disdik Batam, P.L Tobing mengatakan hal tersebut dipicu lantaran siswa tidak terima gurunya dikeluarkan. Berdasarkan informasi dari pihak sekolah menurutnya guru tersebut telah melakukan pelanggaran kode etik.

”Perihal keluar sudah disetujui juga sama yang bersangkutan,” ujarnya.

Dia berharap pihak sekolah segera mencari pengganti guru yang sudah dikeluarkan sehingga siswa tidak dikorbankan karena tidak belajar.

”Kalau berani keluarkan harus mencari penggantinya, kami akan panggil kepsek,” ujarnya.

Sementara itu, Dina Dana Lestari mengatakan dia menandatangani surat pernyataan tersebut lantaran tertekan dan sebelumnya percobaan pemutusan hubungan kerja kerap dilakukan kepala sekolah dengan alasan yang berbeda.

”Yang pertama karena kurang wawasan katanya, lalu yang kedua karena Unrika masih akreditasi C lalu saya konsultasi ke Disdik, karena konsultasi itu saya dibilang melanggar kode etik,” ujarnya ketika dikonfirmasi via telepon.

Dia menegaskan akan tetap mencari keadilan atas kejadian tersebut. ”Walau dipanggil sama Disdik saya siap,” tambahnya.

Kepala SMA N 19 Batam, Nelly Chandrawati mengatakan persoaalan tersebut sudah selesai lantaran guru yang bersangkutan sudah menandatangani surat pernyataan untuk keluar. ”Ini sudah selesai, tidak ada masalah lagi,” ujarnya.

Sementara mengenai jenis pelanggaran dia memilih bungkam. ”Ada masalah internal,” ujarnya singkat. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar