Wakil Walikota Batam: Penting bagi Ibu Paham tentang Kehamilan Sehat

234
Pesona Indonesia
Wakil Wali Kota Batam, HM. Rudi SE berbincang dengan ibu-ibu kader Posyandu Kecamatan Batamkota, Kamis (3/9).
Wakil Wali Kota Batam, HM. Rudi SE berbincang dengan ibu-ibu kader Posyandu Kecamatan Batamkota, Kamis (3/9).

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam melakukan sosialisasi kelas ibu hamil dan balita tingkat Kecamatan Batamkota di aula Fasum Perumahan Taman Raya, Batamcenter, Kamis (3/9). Wakil Wali Kota Batam, HM Rudi secara resmi membuka kegiatan yang diperuntukan bagi 200 orang kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Acara itu juga dihadiri Camat dan Lurah se-Kecamatan Batamkota, dan perwakilan SKPB Kota Batam

Rudi mengatakan pentingnya pengetahuan bagi ibu hamil, mulai dari proses kehamilan sampai proses melahirkan juga terkait gizi dan perkembangan janin sebagai dasar bagi ibu untuk mengoptimalkan perkembangan janin dan mengurangi angka kematian ibu dan bayi.

”Para kader Posyandu harus mengetahui supaya bisa mendampingi ibu hamil dan anak yang lahir merupakan anak yang sehat dan pintar,” katanya.

Rudi juga menyampaikan peran kader posyandu terhadap keberadaan ibu hamil sangat besar. Dengan setia dan jiwa sosialnya kader posyandu selalu mengadakan pendampingan terhadap ibu hamil, mulai dari awal kehamilan hingga proses persalinan.

”Bagi para kader, manfaat sosialisasi ini sangat penting bagi tugas dalam mendampingi ibu hamil,” imbuhnya.

Kader Posyandu, sebutnya, diberi tanggung jawab mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus. Menurutnya, pribadi anak-anak dibentuk saat masih dalam kandungan sampai umur dua tahun.

”Jangan lagi berpikir yang penting anak kita sempurna. Namun gizi dan otak anak harus dipersiapkan dari dalam kandungan,” tegas Rudi.

Pemko Batam, lanjut Rudi, juga memperhatikan para kader Posyandu. Saat ini, Pemko Batam memberikan insentif Rp 150 ribu per bulan per orang untuk kader Posyandu.

”Posyandu dibuka sebulan sekali. Insentif ini sekedar mengganti uang bensin dan uang makan saat para kader ini bekerja. Insya Allah Pemko akan terus meningkatkanya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga kepada ibu-ibu diberikan penyuluhan tentang filariasis yang disampaikan oleh dr. Yusniarti.

”Target dari WHO minimal 65 % penduduk minum obat filariasisi, semakin banyak yang minum obat semakin sedikit kemungkinan penularan nya,” ujarnya

Pada sosialiasi tersebut diajari cara minum obat filariasi dan menyampaikan gejala gejala penyakit filariasis tersebut, dengan sangat antusis ibu-ibu kader Posyandu mengikuti sosialisasi dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada pemateri. (mta/bpos)

Respon Anda?

komentar