Rumah Pak Wali Juga Krisis Air

336
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Pasokan air bersih untuk sebagian warga Tiban belum juga normal, hingga Minggu (6/9) malam. Akibatnya, ribuan warga mengaku tidak bisa memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, termasuk untuk mandi.

“Kalau untuk mandi sudah tak bisa. Apalagi nyuci. Air yang ada hanya bisa untuk kencing dan buang air besar,” ujar Johnson, warga Graha Permata Indah, Tiban, kemarin (6/9).

Menurut warga, krisis air ini sudah temasuk bencana. Sebab selama bertahun-tahun menjadi pelanggan PT Adhya Tirta Batam (ATB), kondisi seperti ini tak pernah terjadi.

Warga pun mencoba begadang hingga pukul 03.00 dini hari dengan harapan air ATB mengalir di jam-jam tersebut. Namun nyatanya air tetap mati. Padahal bak-bak penampungan warga sudah banyak yang kosong.

“Ini benar-benar parah. Kami pikir air jalan tengah malam tapi tidak juga ngalir,” ujar Rini, warga lainnya.

Kondisi serupa juga dialami warga Villa Sempurna, Sun Beach, Siriaon, dan Tiban Global. Warga terpaksa meninta air ke tetangga dan saudara yang aliran airnya lancar. Sebab beberapa usaha isi ulang air minum di kawasan itu juga banyak yang tutup karena tak mendapatkan pasokan air.

Warga sebenarnya memaklumi jika air tak mengalir karena adanya program water supply rationing atau pengurangan produksi air bersih di sejumlah waduk yang dikelola ATB.
Namun mereka berharap pihak ATB dan pemerintah memberikan solusi dan alternatif, sehinga warga bisa mendapatkan pasokan air bersih.

“Setidaknya penggiliran ini tidak terlalu lama jaraknya. Sehingga kami bisa menampung air untuk persediaan,” ujar Udin, masih warga Graha Permata Indah.

Coorporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno, mengaku pasrah dengan kondisi yang dialami warga Tiban ini. Menurut dia, kondisi ini terjadi karena penguranan produksi air dari Dam Seiharapan. Warga bisa saja meminta bantuan air tanki dari ATB melalui call center 0778- 467111.

“Tapi harus bersabar karena ada prosedurnya juga. Habis telepon tidak berarti air langsung datang,” ujar Enriqo, kemarin.

Menurut Enriqo, tidak hanya warga Tiban yang mengalami krisis air saat ini. Namun beberapa perumahan di kawasan Sekupang juga terkena dampak dari pengurangan produksi Dam Seiharapan ini. Bahkan air di rumah Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan, juga tidak mengalir saat ini.

“Pak wali kota juga minta air tanki dari ATB karena di rumahnya mati air,” kata Enriqo.

Ada sekitar 17 perumahan di wilayah Tiban yang mengalami krisis air, terutama perumahan yang berada di lahan yang berkontur tinggi. Umumnya wilayah yang terkena dampak penggiliran air ini adalah perumahan baru.

Enriqo mengklaim saat ini pihaknya sedang memikirkan cara teknis untuk mengatasi water supply rationing yang telah dilakukan di wilayah Sekupang secara umum, tapi belum diketahui kapan bisa teratasi. (jpg)

Respon Anda?

komentar