Senggolan dengan Motor Lain, Warga Golden Land Tewas Dilindas Truk Bermuatan Tanah

440
Pesona Indonesia
nggota Satlantas Polresta Barelang mengevakuasi mayat Pastra. foto: dalil harahap / batampos
Anggota Satlantas Polresta Barelang mengevakuasi mayat Pastra.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kecelakan lalu lintas dialami Pastra Wau. Warga Perumahan Golden Land, Batam Center ini, tewas terlindas truk di jalan raya seberang Kawasan Industri Cammo, Batamcenter, Minggu (6/9) sekitar pukul 11.30 WIB. Pria berusia 24 tahun ini tewas mengenaskan.

Menurut informasi, sebelum tewas diketahui Pastra yang mengendarai sepeda motor Honda Blade BP 2385 JR hendak menuju ke tempat kerjanya di Morning Bakery Greenland, Batam Center. Namun di lokasi, Pastra bersenggolan dengan sepeda motor lainnya.

Senggolan itu membuat Pastra hilang kendali dan jatuh di tengah jalan. Di saat bersamaan, truk yang dikemudikan Mukhlis datang dari arah belakang. Karena jarak yang terlalu dekat, Mukhlis tak bisa menghentikan truknya.

”Kami searah dari Simpang Kara ke Simpang Frengki. Dia (korban) jatuh di depan lori saya setelah bersenggolan dengan sepeda motor lain,” kata Mukhlis.

Menurut pengakuan Mukhlis, ia merasakan benda padat terlindas oleh ban depan truk yang dibawanya. Ia pun sempat berhenti untuk melihat kondisi korban. Namun karena takut dihakimi massa, dia langsung melarikan truknya. Tapi tak kabur, ia langsung menyerahkan diri ke Polsek Batam Kota dan melaporkan kejadian tersebut.

”Stir saya langsung goyang, saat roda depan melindas tubuhnya. Saya bukannya melarikan diri, tapi saat itu warga semakin ramai dan saya takut dihajar massa. Makanya saya langsung ke Polsek,” jelasnya.

Menurut dia, truk yang dikemudikannya bermuatan tanah untuk timbunan proyek perumahan. Sebelum kejadian, ia sudah dua kali antar jemput tanah.

”Sudah dua trip. Rencana mau jemput lagi, tapi malah kejadian ini,” ungkap warga Kabil ini.

Kasubnit III Lakalantas Polresta Barelang, Aipda Tarmizi Rambe, mengatakan jenazah korban langsung dibawa ke rumah sakit. Sedangkan untuk sopir lori (Mukhlis) beserta barang bukti sudah diamankan di Unit Lakalantas Polresta Barelang.

”Info awal ke kami supir melarikan diri. Tapi ternyata dia pergi ke Polsek Batam Kota,” terangnya.

Wakasat Lantas Polresta Barelang, AKP Ida MQ yang dihubungi terpisah membenarkan pihaknya telah menerima laporan lakalantas tersebut.

”Anggota sedang mem-BAP nya. Supir lori (truk) beserta barang bukti juga telah diamankan,” kata Ida.

Sementara itu, Rosalina, 45, tak kuasa menahan air mata ketika melihat wajah anaknya, Pastra Wau, terbujur kaku di kamar jenazah Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP), Sekupang. Ia tak menyangka anak keduanya tersebut meninggal dengan cara seperti itu.

Beberapa kali ia memanggil nama anaknya. Beberapa kerabat yang datang menjenguk korban pun juga tak kuasa menahan tangis.

”Nak, kenapa kau tinggalin mamak nak. Mamak disini nak,” ungkap Rosalina berulang kali.

Menurut Sifa, sahabat korban yang berada di kamar jenazah RSBP, korban merupakan pria yang pendiam. Selain itu, lelaki lajang kelahiran Nias, 11 Agustus 1991 tersebut, baru satu tahun bekerja di Morning Bakery.

”Ia sempat pindah-pindah kerja dan terakhir di sini (Morning Bakery),” ucapnya.

Menurutnya, kecelakaan yang dialami korban lantaran mendadak, lantaran motor yang baru yang dikemudikannya tersebut, baru beberapa bulan dibelinya. “Dia mau berangkat kerja. Dengan. motor barunya,” bebernya.

Sementara itu, menurut salah seorang kerabat korban mengatakan jenazah akan dimakamkan di kampung halamannya di Nias, Sumatera Utara. ”Iya nanti kita makamkan di Nias,” terangnya. (cr13/she/rng/bpos)

Respon Anda?

komentar