Pak Walikota, di Sekitar Dam Tembesi Ada Tambang Pasir, Dam Jadi Dangkal

189
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Ada puluhan titik tambang pasir di sekitar Tembesi. Setiap hari puluhan truk lalu lalang mengangkut pasir hasil tambang ilegal itu.

“Jumlah tambangnya banyak. Kalau habis di sini, pindah ke tempat lain, begitu seterusnya,” ujar seorang pekerja tambang pasir, kemarin (7/9).

Kondisi ini sangat ironis, sebab dam Tembesi diproyeksikan mampu memproduksi air bersih sebanyak 600 liter per detik itu sudah mulai mendangkal akibat aktivitas tambang pasir di sekitarnya tersebut.

Para pekerja mengaku tidak tahu menahu ketika ditanya legalitas tambang pasir itu. Yang mereka tahu hanya bekerja dan mendapat upah.

“Kalau itu urusan tauke-nya lah,” katanya.

Aldi, seorang pembuat bata merah di daerah Tembesi, mengakui tambang pasir itu sudah ada sejak beberapa tahun ini. Menurutnya, sudah ratusan hektare di Tembesi yang rusak akibat tambang pasir ilegal tersebut.

“Itu sudah sampai di bibir dam. Air pencucian dan tanah itu sudah masuk ke dam. Kami mana mungkin melarang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan (Bapedal) Kota Batam, Dendi Purnomo, mengakui penambangan pasir ilegal di Tembesi terus berlanjut. Padahal Bapedal sendiri kerap melakukan penertiban.

“Masih beroperasi. Sering kucing-kucingan dengan petugas,” katanya.

Dalam dua tahun terakhir, Bapedal sudah menyita 123 mesin pompa, 11 alat berat berupa escavator, dan 21 dump truk. Tetapi alat-alat ini disita dari dua tempat yakni Nongsa dan Tembesi.

“Pada tahun ini, sudah ada enam truk pengangkut pasir yang sudah disita. Memang lahan di sana sudah rusak, sudah sampai ke hutan bakau,” katanya.

Sementara Badan Pengusahaan (BP) Batam tidak mau berkomentar terkait hal ini. Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Purnomo Andi Antono, dan Direktur Pengamanan BP Batam, Cecep Rusmana, tidak menjawab pertanyaan wartawan yang dilayangkan melalui pesan singkat. Panggilan telepon ke ponsel keduanya juga tak ditanggapi, kemarin.

Padahal, keberadaan Dam Tembesi ini digadang menjadi solusi krisis air bersih yang saat ini melanda Batam. Selain Dam Tembesi, PT Adhya Tirta Batam (ATB) dan BP Batam juga akan memanfaatkan potensi air baku dari waduk di Rempang. (ian/hgt/bpos)

Respon Anda?

komentar