Peserta BPJS Berobat Harus Pakai Deposit? Oh Tidak…

874
Pesona Indonesia
Robert Simatupang, Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Batam. Foto: Fitri/batampos
Robert Simatupang, Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Batam. Foto: Fitri/batampos

batampos -Keluhan terhadap pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tiada habisnya. Ada yang merasa dipimpong karena saat akan berobat ternyata kuota layanan di rumah sakit mitra BPJS sudah habis. Tapi pihak rumah sakit biasanya memberikan opsi, jika mau membayar sendiri bisa dilayani dan bayar deposit untuk penyakit yang parah.

Tak hanya itu, jika berobat ke rumah sakit mitra BPJS Kesehatan awalnya tidak menggunakan BPJS lalu ingin bermigrasi ke BPJS, namun ternyata tidak bisa. Padahal, pada saat masih menggunakan Kartu Jamsostek, jika di awal masuk tanpa menggunakan BPJS, namun pada perjalannya bisa saja migrasi ke BPJS. Prosedurnya tidak ribet.

Masih banyak lagi bentuk keluhan lainnya. Termasuk pemisahan pelayanan antara pasien BPJS Kesehatan dengan pasien reguler. Keramahan pelayanan yang sulit di dapat pengguna kartu BPJS, dan masih banyak lagi.

Terkait semua keluhan itu, pihak BPJS angkat bicara. Mereka memastikan tidak ada istilah bayar deposit jika pasien berobat menggunakan kartu BPJS Kesehatan dan telah mendapat surat rujukan dari klinik rekanan BPJS Kesehatan.

“Kami menggunakan konsep perawatan berjenjang. Harus ke klinik dulu,” kata Robert Simatupang, Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Batam, kemarin.

Ketika dokter klinik mengharuskan rujuk, dokter itu akan mengeluarkan rujukan ke rumah sakit. Rujukan tidak bisa diminta dengan serta merta. “Tidak boleh sekarang ini main langsung minta,” kata Robert lagi.

Ia mengakui, banyak masyarakat memilih langsung ke rumah sakit karena mengira sakit mereka serius. Padahal setelah dicek dokter, ternyata tidak parah sehingga seharusnya cukup berobat di klinik.

Jika dipaksakan juga ingin dirawat, Robert mengatakan mereka pasti dihadapkan pada konsekuensi membayar deposit karena dianggap pasien umum. “Kalau tetap mau pakai kartu BPJS ya harus kembali untuk meminta rujukan dari dokter klinik,” tegasnya.

Berbeda jika kondisi si pasien gawat darurat, rumah sakit harus mau menerima. Meskipun, si pasien tidak membawa kartu BPJS. Pasien dapat melaporkan hal itu ke BPJS Centre. Setiap rumah sakit yang bekerja-sama dengan BPJS kini telah dilengkapi dengan BPJS Centre.

Pasien cukup mengatakan, ia pemegang kartu BPJS Kesehatan. Kartu itu bisa dilampirkan keesokan harinya. “Yang penting awalnya bilang kalau saya pemegang kartu BPJS Kesehatan,” kata Robert lagi.

BPJS Kesehatan telah menjalin kerjasama dengan sembilan rumah sakit di Batam. Yakni, RSUD Embung Fatimah, RS Badan Pengusahaan (dulu RSOB), RS Awal Bros, RS Budi Kemuliaan, dan RS Camantha Sahidya. Juga RSIA Mutiara Aini, RS Harapan Bunda, RS Elisabeth, dan RS Charis Medika. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar