Cabuli Putri Kandung, Pengemis Divonis Penjara 11 Tahun

182
Pesona Indonesia
Ilustrasi: pixabay.com
Ilustrasi: pixabay.com

batampos – Terdakwa yang bekerja sebagai pengemis dan penyandang disabilitas (tunanetra) berinisial RS divonis 11 tahun penjara oleh majelis hakim PN Batam yang diketuai Vera Yetti Magdalena pada sidang dengan agenda putusan pada, Rabu (9/9/2015).

Vera yang membacakan amar putusan didampingi hakim anggota Alvian dan Syahrial, mengatakan RS terbukti mencabuli putri kandungnya, sehingga layak dihukum berat.
“Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 81 UU no 23 tahun 2002 tentang Persetubuhan Anak,” ujar Vera.

Pada sidang sebelumnya usai pembacaan tuntutan JPU, terdakwa memohon keringan hukuman kepada Majelis Hakim dan mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Permohonan itu dikabulkan hakim dengan menjatuhkan vonis hanya 11 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 1 bulan penjara. Artinya putusan tersebut 1 tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Isnan Ferdian.

Usai pembacaan amar putusan, terdakwa maupun JPU meminta banding kepada Majelis Hakim.

Seperti diberitakan sebelumnya, RS mencabuli putri kandungnya yang masih berusia 12 tahun sejak tahun 2012 hingga 2014 lalu. Dalam menjalankan aksinya, RS mengancam putrinya agar tidak buka mulut. Selain itu, terdakwa juga berniat untuk mencabuli putri kandung lainnya, namun aksi itu gagal karena anak terdakwa tersebut melarikan diri. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar