Hadapi PON, Tim Sepakbola Kepri Tunggu Keputusan PSSI

567
Pesona Indonesia
Marzuki, Ketua PSSI Batam.  Foto: Cecep Mulyana/batampos
Marzuki, Ketua Umum PSSI Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos

batampos – Tim sepakbola Kepri masih menunggu keputusan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pusat mengenai kompetisi apa yang akan ditempuh untuk bisa mengikuti babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.

Menurut ketua umum PSSI Kepri, Marzuki, ada dua pendapat berbeda. Pertama, menuju PON melalui ajang Pra PON atau kedua lewat Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) di Bangka Belitung, November mendatang.

Jika melewati ajang Pra PON, maka Kepri akan tergabung di dalam region Sumatera dan akan menghadapi lawan kuat seperti Sumatera Barat. “Cuma ajang Pra PON belum tahu mau digelar dimana dan kapan waktunya,” kata Marzuki, Selasa (8/9) di Gedung DPRD Kota Batam.

Saat ini, tim Kepri telah selesai menyeleksi 18 anggota tim dan lima orang ofisial seperti manajer, sekretaris tim, pelatih, asisten pelatih, dan petugas kesehatan. Manajer tim adalah Buralimar, namun sayangnya pelatih belum ditentukan.”Tim sekarang ini terdiri dari 23 orang, secepatnya pelatih akan ditentukan,” ungkap Marzuki.

Pemain-pemain yang ada saat ini merupakan hasil seleksi dari pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Karimun tahun lalu, sehingga komposisi tim merupakan hasil pemerataan dari seluruh kabupaten di Kepri.

Kendala yang ada di tim ini adalah mencari kiper. Marzuki mengakui sangat minim, kiper yang ada sekarang hanyalah satu. “Sekarang kita lagi coba cari, di Batam sangat jarang ada yang mau menjadi kiper,” katanya lagi.

Kendala lainnya adalah soal dana. Ada nada kecemburuan diantara pengurus PSSI Kepri, pasalnya sepakbola bukanlah target utama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepri untuk meraih medali.

“Kami sudah ajukan anggaran dana, namun yang saya dengar sudah cair namun untuk pemain saja. Saya lihat KONI hanya bina cabor yang menghasilkan medali saja,” papar Marzuki.

Marzuki melihat KONI Kepri belum begitu yakin dengan sepakbola, apalagi melihat saat ini PSSI telah dibekukan sehingga program PSSI pusat untuk daerah otomatis tidak berjalan seperti piala Suratin dan Liga Nusantara.

“Walaupun medali hanya satu, namun gengsi yang digenggam sepakbola itu sangat besar, bisa sangat mengharumkan nama daerah jika berprestasi,” jelas Marzuki.

Untuk kedepannya, tim sepakbola Kepri akan melakukan pelatihan terpusat dengan bertanding dengan tim-tim yang levelnya diatas mereka, seperti PS Batam, tim Citramas, dan lainnya.

Selain persiapan Pra PON yang terkesan alakadarnya, ada kabar baik bagi Batam. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah meminta Batam untuk menjadi tuan rumah Liga Pelajar U-14 untuk wilayah Kepri memperebutkan Piala Menpora, 26 September mendatang.

“Ini adalah program dari Kemenpora yang berhubungan dengan pembinaan. Pasti PSSI akan mendukungnya,” pungkas Marzuki. (leo/bpos)

Respon Anda?

komentar