Krisis Air di Batam, ATB dan BP Batam Pasrah

362
Pesona Indonesia
Kondisi Dam Seladi yang kian kering. Foto: dok. batamexpat.com
Kondisi Dam Seladi yang kian kering. Foto: dok. batamexpat.com

batampos -Upaya untuk terus memcegah krisis air belum membuahkan hasil. PT Adya Tirta Batam (ATB) selaku pengelola air bersih di Batam pun tidak bisa berbuat banyak.

Mereka hanya pasrah dan menggunakan air baku yang tersedia di dam. Rationing atau penggiliran akan tetap diberlakukan untuk semua dam.

“Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita pasrah pada hujan saja,” kata Enriqo Moreno Ginting, Coorporate Communication Manager PT ATB, kemarin.

Enriqo berdalih masalah ketersediaan air baku ini bukan menjadi tanggung jawab ATB, tapi tanggungjawab BP Batam. ATB hanya memproduksi dan mengolah air yang tersedia.

Terkait rencana Pemda membuat hujan buatan dan sebagainya, Enriqo tidak mau berkomentar. “Biar sajalah, itu urusan mereka,” katanya.

Sebelum cuaca normal, ATB akan tetap dengan keputusannya semula, yakni tetap akan melakukan penggiliran. Setelah dari Sei Harapan maka akan dilakukan rationing atau penurunan produksi untuk dam Sei Ladi. Selanjutnya ke dan Mukakuning danĀ  dam Duriangkang.

BP Batam sendiri juga pasrah dengan kondisi saat ini. “Untuk jangka pendek tak ada yang bisa kita lakukan. Tapi jangka menengah kita akan melakukan pemeliharaan,” kata Purnomo Andiantono, Direktur Humas dan Promosi BP Batam.

Terkait adanya rencana penjabat gubernur untuk membuat hujan buatan, Andi tidak banyak berkomentar. Tetapi ia memastikan BP Batam tidak akan melakukan hujan buatan.

“Kita sambut baik niat pj gubernur. Mudah mudahan semua persyaratan tehnis terpenuhi,” katanya.

Andi mengatakan ketersediaan air di Batam masih mencukupi, tetapi harus dilakukan penghematan. Ia berharap warga bisa menggunakan air sehemat mungkin. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar