Ehemm.. Kios Liar Mau Bongkar Sendiri atau Ditertibkan?

181
Pesona Indonesia

 

Nur Syafriadi tentang penertiban bangunan liar F-Fitri Hardiyanti 1batampos – Pemilik kios liar di row jalan atau buffer zone di seluruh Batam sebaiknya segera berbenah dan menertibkan sendiri bangunannya. Pasalnya, Tim Penertiban Kios Liar yang digawangi Badan Pengusahaan Kawasan (BP) Batam akan memulai penertiban kios-kios liar di tepi jalan itu pada akhir September atau paling lama awal Oktober nanti.

“Tetap akan kita tertibkan, kita lagi prepare (menyiapkan) semuanya, saya gak mau serampangan,” ujar Koordinator Tim Penertiban Kios Liar yang juga Deputi IV BP Batam, Nur Syafriadi, Rabu (9/9).

Menurut Nur, pihaknya harus mengikuti prosedur penertiban yang dimulai dengan pemberian peringatan hingga kemudian pembongkaran. Sejauh ini, kata dia, rata-rata pemilik kios sudah mendapat Surat Peringatan (SP) kedua. Sebelum terbit SP 3, Nur mengatakan pihaknya akan mengajak rapat pemilik kios untuk mengimbau mereka membongkar sendiri bangunan yang berada di zona ilegal untuk bangunan permanen tersebut. Setelah diberi peringatan namun masih diabaikan, maka pihaknya akan bertindak.

“Kalau sudah SP3, sewaktu-waktu akan kami lakukan tindakan (penertiban), gak akan lama, mungkin seminggu atau dua minggu,” terang Mantan Ketua DPRD Kepri itu.

Ia menyebut, target awal penertiban kios liar kali ini akan difokuskan dulu di tepi jalan-jalan utama. Seperti, kata ia, dari arah Simpang Jam menuju ke Bandara, ke Sekupang, ke Batuampar dan Batamcenter. Ia menyebut di antaranya, kios liar di Simpang Rujak maupun bangunan kios di buffer zone depan Edukits Batamcenter.

“Di depan Edukits itu sudah diingatkan sejak awal-awal, jangan, tapi mereka bandel jadi nanti tetap saja kita rapikan,” ujar dia.

Disinggung terkait adanya izin yang diklaim oleh para pemilik kios telah dikeluarkan oleh BP Batam, Nur Syafriadi menampik. Menurut Nur, setelah dicek, BP Batam tidak pernah mengeluarkan izin pendirian kios di bufferzone atau row jalan. Lembaga yang dulu bernama Otorita Batam itu hanya mengeluarkan izin untuk pertamanan dan penghijauan.

“Begitu juga dengan kuliner, tidak ada izin, tapi tidak tahu kalau yang pake gerobak (non-permanen),” kata dia.

Sebagai langkah antisipasi konflik atau kericuhan saat penertiban, Nur mengaku hingga saat ini pihaknya telah melakukan diskusi bersama tim dan pemilik kios, serta mempersiapkan pihak keamanan yang bertugas sesuai ring masing masing. Ia menjelaskan, pengamanan untuk penertiban akan dilakukan oleh Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)Kota Batam. Sedangkan aparat Kepolisian, kata ia, dipersiapkan sebagai pelapis di ring kedua, sementara TNI berada di lapis ketiga.

Meski didukung aparat penegak hukum, namun Nur mengatakan pihaknya masih tetap mengutamakan langkah persuasaif dan imbauan agar para pemilik kios membongkar sendiri lapak dagangannya.

“Kita yang penting sosialisasi, komunikasi sehingga mereka sadar, kalau mereka punya niat baik mereka akan bongkar sendiri kok,” katanya. (rna)

Respon Anda?

komentar