Waduh, 14 Warga Batam Sudah Jadi Korban Filariasis

459
Pesona Indonesia

Proses-Penularan-Penyakit-Kaki-Gajah

batampos – Penyakit gajah (filariasis) adalah penyakit infeksi yang sifatnya menahun, yang disebabkan cacing Filaria dan ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini berkembang dalam tubuh dan menghasilkan jutaan anak cacing (mikrofilaria) yang beredar dalam darah.

Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes kota Batam, Sri Rupiati mengatakan, untuk di Batam sendiri, jumlah penyakit ini tergolong tinggi. Dari total Dinas Kesehatan Kota Batam, sudah lebih dari 14 orang yang menjadi korban filariasis.

“Kalau dari data yang kita himpun dari puskesmas, sudah ada 14 korban yang menjadi korban cacat seumur hidup,” kata Sri.

Menurut Sri, penyakit ini bisa ditularkan dari seseorang yang darahnya mengandung mikrofilaria kepada orang lain melalui gigitan nyamuk. Pada waktu nyamuk menghisap darah orang tersebut, mikrofilaria ikut terhisap dan masuk ke dalam tubuh nyamuk.

“Satu hingga dua minggu kemudian, mikrofilaria berubah menjadi larva dan ditularkan melalui gigitan nyamuk,” sebutnya.

Ia menambahkan, dari 12 kecamatan di Batam, enam warga yang berada di Kecamatan Galang, Bulang, Bengkong, Nangsa, Batam Kota, Batu Ampar menjadi korbannnya. “Cukup signifikan, karena beberapa tahun lalu, hanya beberapa orang saja yang menjadi korban,” lanjutnya.

Apa saja tahap awal penderita penyakit gajah ini. Pertama demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Demam dapat hilang bila se penderita istirahat dan muncul lagi setelah si penderita bekerja berat. Lalu pembekakan saluran getah bening di paha dan ketiak.

“Biasanya akan terasa panas, kemerahan dan sakit,” katanya lagi.

Selanjutnya disusul timbulnya bisul yang bisa pecah dan mengeluarkan nanah dan darah. Pembesaran kaki, lengan, payudara yang terlihat kemerahan dan terasa panas. Banyak penderita kaki gajah tidak menunjukan gejala sama meskipun di tubuhnya terdapat cacing filariasis.

Terkait meningkatnya jumlah penyakit ini, Dinas Kesehatan Kota Batam menghimbau agar masyarakat meminum obat penyakit kaki gajah sekali setahun. Selama minimali lima tahun. “Jangan takut minum obat karena itulah yang akan memutuskan rantai penularannya. “Ujar Sri.

Pemberian obat ini mempunyai mamfaat ganda, yaitu mematikan cacing filaria dewasa serta dapat mematikan cacing perut seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk dan cacing kremi. “Intinya melindungi dari penyakit cacing gajah dan kecacingan,” jelasnya.

Ia juga menyarankan, pemakaian obat ini sebaiknya diminum ketika sesudah makan dan dalam keadaan sehat. Namun apabila ada keluhan sesudah minum obat tersebut, warga segera melapor ke pukesmas atau rumah sakit setempat.

“Obat ini hanya dilarang digunakan bagi ibu hamil, anak berusia kurang dari dua tahun, sedang sakit berat, anak dengan gizi buruk, menderita tekanan darah tinggi, ginjal, jantung, lever, hati, epilepsi. Selain itu, wajib meminumnya,” terangnya.

Sri berharap agar sosialisasi obat gajah ini bukan hanya tugas dinas kesehatan melainkan seluruh lapisan masyarakat seperti, Lurah, RT/RW, dan tokoh masyarakat lainnya. “Pembagian obat gajah tahap empat akan dilakukan bulan Oktober 2015 mendatang,” tutupnya. (rng)

Respon Anda?

komentar