Alamak.., Ada Prositusi Bawah Umur di Batam

313
Pesona Indonesia
Ilustrasi: pixabay.com
Ilustrasi: pixabay.com

batampos.co.id – Bisnis esek-esek di Batam masih belum juga hilang. Bahkan, di kawasan Nagoya dan Jodoh disinyalir banyak praktik prostitusi yang melibatkan anak-anak di bawah umur sebagai pemuas nafsu bejat lelaki hidung belang.

Indikasi praktik prostitusi anak di bawah umur terungkap setelah polisi dari Polda Kepri menangkap Tan Bok Seng, warga negara (WN) Malaysia. Kini dia menjadi terdakwa perkara mempekerjakan anak di bawah umur di Paradise Night.

Kendati sudah menjadi terdakwah, namun Tan Bok Seng tetap tak mengakui kalau ia mengelola prositusi di daerah Nagoya itu. Bahkan ia membantah mempekerjakan anak di bawah umur. Hal ini disampaikan Tan Bok Seng dalam sidang pemeriksaan terdakwa yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (10/9/2015).

Terdakwa mengaku sebagai tamu di Paradise Night dan hanya memboking perempuan hiburan malam di tempat tersebut. Perempuan yang diboking itu langsung diajak ke hotel. “Saya di Paradise Night sempat pasang lampu disuruh teman saya Thomas. Itu club Thomas yang punya bukan saya yang kelola,” ujarnya menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

Dalam sidang itu, terdakwa mengatakan dalam sebulan, ia dua kali datang ke Batam dan berkunjung ke Paradise Night. Kedatangannya itu hanya mencari hiburan karena sudah berpisah dengan istrinya.

“Saya kalau datang ke sini (Paradise Night) untuk boking cewek aja. Pub itu bukan saya yang punya tapi Thomas. Saya tidak pernah menyuruh cewek di Paradise Night untuk cari tamu, malah saya yang booking,” terangnya.

Namun majelis hakim tidak percaya dengan jawaban terdakwa. Bahkan Majelis Hakim menyebutkan satu persatu nama-nama pekerja Paradise Night yang masih dibawa umur itu. Terdakwa pun mengaku mengenalnya. “Saya tahu karena saya sering datang di Paradise Night dan memboking pekerja di situ lalu bawa ke hotel,” jawabnya lagi.

Setelah mendengarkan keterangan terdakwa, Majelis Hakim menutup persidangan dan akan melanjutkan pada pekan depan Kamis (17/9/2015). Persidangan dipimpin Budiman Sitorus dengan didampingi Alfian dan Juli Handayani serta Jaksa Bani I Ginting selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sementara tedakwa Tan Bak Seng hadir didampingi Suhermaan Siahan, selaku Penasehat Hukum (PH).

Sebelumnya dalam dakwaan JPU, terdakwa didakwa mempekerjakan anak di bawah umur di Paradise Night. Terdakwa berperan sebagai pengelola. “Dari hasil pemeriksaan diketahui terdakwa sebagai pengelola. Dan salah seorang yang dipekerjakan adalah anak di bawah umur,” ujar penyidik Polda Kepri dalam kesaksian pada persidangan sebelumnya.

Dalam keterangan saksi kepolisian, terdakwa sebagai pengelola karena atas suruhan dari Thomas, WN Singapura. Saat penangkapan, pemodal dalam perdagangan manusia ini tidak berada di lokasi.

“Pemodalnya tidak berada di tempat saat penangkapan. Dan kita sudah tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” sebut saksi.

Menurut saksi, terdakwa juga sudah dua atau tiga bulan mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pekerja seks komersial. Untuk anak di bawah umur ini, pengelola membandrol Rp 1,3 juta sekali booking. (bpos)

Respon Anda?

komentar