Hakim Jatuhkan Hukuman 11 Tahun pada Seorang Pengemis di Kota Batam

356
Pesona Indonesia

batampos – Terdakwa yang bekerja sebagai pengemis penyandang disabilitas (tunanetra) berinisial RS menjalani sidang dengan agenda putusan pada Rabu (9/9) di PN Batam.

Hakim Ketua Vera Yetti Magdalena membacakan amar putusan didampingi hakim anggota Alvian dan Syahrial. Terdakwa dijatuhkan hukuman 11 tahun dan denda sebesar Rp 60 juta subsider 1 bulan penjara, dimana putusan tersebut 1 tahun lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Isnan Ferdian.

Pada sidang sebelumnya usai pembacaan tuntutan JPU, terdakwa memohon keringan hukuman kepada Majelis Hakim dan mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 81 UU no 23 tahun 2002 tentang persetubuhan anak.

Sementara, setelah pembacaan amar putusan kemarin, terdakwa maupun JPU meminta banding kepada Majelis Hakim.

Dari berita yang dihimpun koran Batam Pos vonis dijatuhkan setelah RS terbukti tega mencabuli putri kandungnya yang masih berusia 12 tahun, dan sudah terjadi sejak tahun 2012 hingga 2014 lalu. Aksi bejatnya yang dilakukan berulang-ulang membuat selaput dara putrinya tersebut robek.

Ia pun mengancam putrinya agar tidak buka mulut. Selain itu, terdakwa juga berniat untuk mencabuli putri kandung lainnya, namun aksi itu gagal karena anak terdakwa tersebut melarikan diri. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar