Alhamdulillah…, KP2K Jamin Hewan Qurban Sehat

423
Pesona Indonesia
Inilah hewan qurban yang akan dipotong pada Idul Adha 24 September mendatang. Foto: Cecep/batampos
Inilah hewan qurban yang akan dipotong pada Idul Adha 24 September mendatang. Foto: Cecep/batampos

batampos.co.id – Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Pemko Batam menegaskan tidak akan ada masyarakat yang mengonsumsi daging dari hewan kurban sakit saat Idul Adha.

KP2K sudah membentuk tim untuk memeriksa daging hewan kurban setelah dilakukan pemotongan di masjid-masjid di Batam.

“Bukan hanya cek fisik hewan sebelum dipotong, setelah dipotong pun, kami akan tetap memeriksa dagingnya,” kata Kabid Peternakan KP2K Pemko Batam Sri Yuneli.

Sri mengatakan salah satu masjid yang sudah dipastikan akan didatangi tim dari KP2K adalah Masjid Raya Batam. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan di tempat.

“Jangan sampai ada hewan kurban yang sakit. Kita akan keliling dan pemeriksaan akan kita utamakan di masjid-masjid besar,” katanya.

Sebelum hari H, petugas dari KP2K akan intensif melakukan pemeriksaan hewan kurban di kandang. Dari hasil pemeriksaan belum ditemukan hewan kurban yang sakit seperti penyakit mata dan mulut.

“Paling ada hewan yang memar, ini terjadi saat proses pengangkutan ke Batam. Dalam beberapa hari, biasanya itu sudah pulih,” katanya.

Sebelumnya, Sri mengatakan kebetuhan hewan kurban pada Idul Adha 1436 Hijriah mencapai 8.000 ekor. Terdiri dari 6.000 kambing dan 2.000 ekor sapi.

“Yang kita butuhkan untuk tahun ini tidak jauh beda dengan yang tahun lalu. Sekitar 6.000 kambing dan 1.500 sampai 2.000 kambing,” katanya.

Hewan kurban ini sebagian besar didatangkan dari luar Batam. Ada yang dari Lampung, Jawa, Bali, bahkan dari Ternate. Saat ini sudah banyak hewan kurban yang dipesan oleh warga. Harganya bervariasi. Sapi dijual di harga Rp 15-20 juta per ekor, sedangkan kambing dijual sekitar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta.

“Sudah ramai yang masuk. Kebanyakan dari Jawa. Warga yang pesan pun sudah lumayan banyak juga,” kata seorang penjaga hewan ternak di Tembesi. (bpos)

Respon Anda?

komentar