Pasokan Gas Tersendat Lagi, Listrik Padam 4 Jam, Dewan Batam Marah

226
Pesona Indonesia

PGNbatampos.co.id – Suplai gas untuk pembangkit listrik di Batam beberapa pekan terakhir kembali tersendat. Akibatnya, pemadaman bergilir kembali terjadi karena pembangkit listrik tenaga mesin dan gas tidak bisa maksimal.

Di sisi lain, pasokan gas dari Indonesia ke Singapura tidak pernah mengalami hambatan. Kondisi ini melahirkan keprihatinan legislator di DPRD Batam. Mereka menilai, PGN lebih mementingkan negara tetangga daripada negeri sendiri.

“Seolah-olah negara Singapura lebih penting ketimbang kepentingan masyarakat kita,” ujar Yudi Kurnain, ketua Komisi II DPRD Kota Batam, kemarin (11/9).

Yudi Kurnain meminta Perusahaan Gas Negara (PGN) peka terhadap kebutuhan masyarakat Kota Batam. Jangan hanya mengejar keuntungan.

“Harusnya pelayanan optimal daripada keuntungan yang optimal,”ucapnya ketua DPC Artai Amanat Nasional (PAN) Kota Batam itu.

Yudi mengatakan, hal ini bukan kali pertama dilakukan PGN. Sebelumnya pasokan gas ke PLTMG juga sempat tersendat, menyebabkan pemadaman bergilir. Kali ini, suplai gas kembali turun.  Sejak Senin, (5/9) hingga hari ini pasokan gas tyersendat-sendat.

“Hal ini yang kita pertanyakan. Saya sepakat dengan usulan kawan-kawan DPRD, PGN harus diaudit secara terbuka, seperti apa perencanannya,” tutur Yudi.

Hal senada dikatakan anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Muhammad Musofa meminta PGN jangan hanya mengejar keuntungan semata,  namun malalaikan pelayanan terhadap masyarakat.

“Jangan hanya profit yang dikejar. Nasionalismenya mana?” kata Musofa. “Sudahlah pembayarannya menggunkan dolar, pasokan pun mengutamakan orang luar.”

Musofa mengancam, bila PGN tak melakukan pelayanan dengan baik, pihaknya akan memanggil bahkan sidang langsung ke PGN.

Corporate Comunication PLN Batam, Rudi Antono mengatakan, hingga hari ketujuh tersendatnya suplai gas ke PLTMG Panaran belum juga ada penjelasan resmi. Jumat (11/9) sekitar pukul 08.08 WIB suplai gas turun ke angka 34 bar.

“Hal ini menyebabkan pemadaman bergilir,”kata Rudi Antono. Karenanya PLN mengarapkan PGN memperhatikan kualitas suplai gasn ke PLN lebih diutamakan. “Karena dampaknya terhadap masayarakat,” kata Rudi.

Bila tekanan gas dibawah 40 bar, otomatis mesin PLTMG Panaran tak bisa berjalan. Meskipun tekanan kembali normal 40 bar hingga 60 bar, butuh waktu  sekitar empat jam untuk memulihkna mesin ke angka normal. “Tak bisa langsung optimal,” ucap pria berkacamata ini.

Rudi menjelaskan, setiap pagi suplai gas dari PGN rutin berkurang dengan angka yang bervariasi. Hal tersebut dikahawatirkan merusak PLTMG Panaran yang bisa mengakibatkan Black Out (mati total) di semua pembangkit.

Mengantisipasi terjadinya kerusakan, PLN  terpaksa mematikan PLTMG Panaran di pagi hari, melakukan jadwal pemadaman bergilir mulai Sabtu hari ini hingga Senin selama empat jam di beberapa wilayah di Kota Batam mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB.  Lamanya pemadaman, diambil yang terburuk suplai gas dari PGN . (bpos)

Respon Anda?

komentar