Wanita Lebih Rentan Hipertensi

292
Pesona Indonesia
dr Afdalun A Hakim SpJP memaparkan bahaya penyakit jantung dalam seminar di RSAB Batam, kemarin. fFoto: Arman/Batampos
dr Afdalun A Hakim SpJP memaparkan bahaya penyakit jantung dalam seminar di RSAB Batam, kemarin. fFoto: Arman/Batampos

batampos.co.id – Tren penderita hipertensi belakangan ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya penderita hipertensi didominasi kaum pria, saat ini wanita lah yang lebih rentan dengan penyakit yang satu ini.

“Ini yang perlu diwaspadai agar kita bisa melakukan pencegahan sejak dini,” kata dokter spesialis jantung, dr Afdalun A Hakim, SpJP, dalam seminar di RSAB Batam, Sabtu (12/9).

Sebab, kata dia, hipertensi atau darah tinggi dapat memicu komplikasi. Seperti stroke, gangguan fungsi ginjal, jantung, dan penyakit risiko berbahaya lainnya.

Pada wanita, kasus hipertensi banyak dijumpai pada ibu hamil dan wanita yang memasuki usia menopause. Namun wanita yang tidak sedang hamil atau yang belum masuk usia menopause juga lebih rentan terhadap hipertensi dibandingkan pria.

“Apalagi jika gaya hidupnya tak sehat,” katanya.

Afdalaun mengatakan, ada beberapa gaya hidup yang perlu dihindari untuk meminimalisir risiko hipertensi, baik pada pria maupun wanita. Seperti merokok, mengkonsumsi makanan cepat saji (junk food), konsumsi minuman beralkohol, dan kebiasaan tak sehat lainnya.

“Sebaliknya, kalau bisa perbanyak asupan makanan yang mengandung omega 3. Seperti ikan salmon,” kata Afdalun.

Sebuah studi membuktikan, banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung omega 3 akan mampu menjaga pembuluh darah. Sehingga risiko darah tinggi dan jantung koroner dapat diminimalisir sekecil mungkin.

“Itulah sebabnya, masyarakat di Kutub Utara sangat jarang yang hipertensi. Karena mereka banyak makan ikan salmon,” katanya.

Afdalun juga menyinggung fenomena mati mendadak yang sering terjadi masyarakat. Orang awam menyebutnya dengan istilah angin duduk. Menurut Afdalun, yang terjadi sebenarnya adalah serangan jantung.

Pembicara lainnya, dr Brain Gantoro SpGK, mengatakan ada beberapa makanan yang harus dikontrol konsumsinya untuk mencegah hipertensi. Seperti makanan yang lemak dan kolesterol tinggi, garam, gula, kafein dan alkohol.

“Gaya hidup kita menentukan kesehatan tubuh kita,” kata dokter spesialis gizi klinik ini.

Sementara Manager Bisnis and Develovement RSAB Batam, Dr Sinta Tri Lusita, mengatakan seminar awam tentang penyakit jantung ini digelar sempena Hari Konsumen serta Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada 24 September nanti.

“Sekaligus bentuk kepedulian kami akan banyaknya kasus penyakit jantung di Batam,” kata Sinta, kemarin.

Apalagi, kata dia, saat ini penyakit jantung tak hanya terjadi pada pasien usia lanjut. Namun dari data statistik di RSAB Batam, banyak pasien jantung yang masih berusia muda.

“Makanya perlu edukasi untuk pencegahan,” katanya. (par/bpos)

Respon Anda?

komentar