Puluhan Miliar Retribusi Tenaga Kerja Asing di Batam Menguap

227
Pesona Indonesia
Ilustrasi: net
Ilustrasi: net

batampos.co.id – Penerimaan kas daerah dari etribusi Izin
Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) masih jauh dari harapan.
Sampai September 2015, dari target Rp 45 miliar, baru separuh
yang masuk ke kas pemerintahan kota (Pemko) Batam. Selebihnya
berpotensi menguap karena tidak digarap serius.

“Progresnya masih berjalan separuh. Padahal potensinya sangat
besar,” kata Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(DPRD) Kota Batam, Riki Indrakari, kemarin (12/9).

Di Batam menurut data Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah
(Bappeda) kota Batam, ada sekitar 6200 tenaga kerja asing.
Retribusi IMTA perorangnya 1200 dolar Amerika per bulan. “Jadi
potensi retribusi IMTA itu sebenarnya lebih dari Rp 100
miliar,” ungkap Riki.

Banyaknya potensi yang hilang dikarenakan pemerintah setempat
dalam hal ini, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam tidak
mampu mengawasi dengan baik.

“Pemko harus bisa memastikan perusahaan di Batam untuk bisa
melaporkan tenaga kerja asingnya,” ujar Riki lagi.

Komisi IV DPRD Kota Batam menyarankan kepada pemerintah untuk
membentuk sebuah tim deteksi dini yang terdiri dari lima
lembaga yang berfungsi untuk mengawasi perusahaan-perusahaan
yang mempekerjakan tenaga kerja asing seperti Disnaker, BP
Batam, Imigrasi, Polisi, dan pengelola kawasan industri untuk
memaksimalkan penerimaan dari retribusi IMTA.

Permasalahan lainnya adalah banyak tenaga kerja asing di Batam
yang tidak bersertifikat, sehingga perusahaan enggan
melaporkannya ke pemerintahan setempat.”Nantinya anggaran dari
tim pengawas itu akan dibantu dari Anggaran Pendapatan Belanja
Daerah (APBD),” pungkas Riki. (bpos)

Respon Anda?

komentar