Anggaran Bazaar Sembako Murah Jadi Perdebatan

221
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan membagikan sembako pada warga saat Bazaar Sembako Murah beberapa waktu lalu. Foto: dok Pemko Batam
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan membagikan sembako pada warga saat Bazaar Sembako Murah beberapa waktu lalu. Foto: dok Pemko Batam

batampos.co.id – Apa sebenarnya yang membuat APBD Kota Batam defisit Rp 2,8 miliar? Anggota Banggar, Budi Mardianto mengatakan itu akibat adanya program anggaran yang terlalu besar yang sempat menjadi perdebatan.

Yaitu usulan Bagian Ekonomi Pemko Batam yang meminta alokasi anggaran Bazaar Sembako Murah di APBDP sebesar Rp 3 miliar.

“Padahal sebelumnya tidak tepat sasaran, banyak disalahgunakan, tapi mayoritas anggota Banggar DPRD Batam menyetujui,” ujar Budi.

Namun politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, sejak pembahasan di Komisi, ia mengaku menolak rogram itu. “Yang jelas saya dengan bu Veny (Rakaveny) menolak ini. Tapi banyak yang ‘berkaki dua’,” ungkap Budi.

Selain tak tepat sasaran, menurut Budi uang hasil penjualan sembako murah juga tak jelas masuk ke sektor mana. Ia menduga anggaran ini menguap. “Sudah saya pertanyakan, tak ada penjelasan,” kata Budi.

Terjadi perdebatan sengit, karena mayoritas Komisi dan Banggar yang terdiri dari beberapa fraksi sepakat sehingga alokasi anggaran itu pun lolos. Dengan alasan angka kemiskinan dan pengangguran terus meningkat di Kota Batam.

Akibatnya, program itu menambah jurang kekurangan anggaran. Hingga akhir pembahasan, defisit keuangan pemko sebesar Rp 2,8 Miliar belum mendapatkan solusi. Retribusi sampah, parkir, pajak penerangan jalan umum, dan IMTA hanya bisa menambah sekitar Rp 13,2 Miliar. (hgt/bpos/nur)

 

Respon Anda?

komentar