Asap Riau Status Berbahaya, Telkomsel Ungsikan Karyawannya ke Batam

556
Pesona Indonesia
Asap tebal menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Berdasarkan indikator pengukur kualitas udara, (ISPU), udara Pekanbaru sudah masuk kategori berbahaya. Foto: Riaupos
Asap tebal menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Berdasarkan indikator pengukur kualitas udara, (ISPU), udara Pekanbaru sudah masuk kategori berbahaya. Foto: Riaupos

batampos.co.id –┬áRiau yang siang dan malam berselimut asap dengan kadar kualitas udara sudah tidak sehat, bahkan sudah masuk kategori berbahaya, membuat sejumlah perusahaan mengusingkan karyawan mereka ke tempat yang aman.

PT Telkomsel, contohnya. Beberapa hari lalu, perusahaan selular terbesar di Indonesia ini mengungsikan 50 kayawannya di Pekanbaru dengan menempatkannya di Hotel Jatra Pekanbaru.

Tak hanya ke hotel, sejumlah karyawan Telkomsel Pekanbaru juga diungsikan ke luar kota, khususnya ke Kota Batam-Kepri dan Kota Padang-Sumatera Barat.

“Benar, 50 karyawan Telkomsel di Pekanbaru diungsikan Selasa, Rabu, dan Kamis lalu ke Hotel Jatra Pekanbaru untuk menghindari kabut asap di Pekanbaru. Biayanya ditanggung perusahaan. Sekarang karyawan diungsikan ke tempat aman yakni Kota Batam dan Kota Padang,” kata General Manager (GM) IT Telkomsel Sumbagteng, Awaluddin kepada Riau Pos.co (grup Batampos.co.id), Senin (14/9/2015).

Melihat kondisi kabut asap kian parah di Pekanbaru dengan status Berbahaya maka dr Mardiansyah Kusuma dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pekanbaru menegaskan Pemerintah harus mengambil tanggungjawab untuk menyelamatkan warganya dari bencana asap ini.

Warga harus diselamatkan ke tempat yang aman. Kondisi tanda merah pada ISPU (Berbahaya) secara teori kedokteran, artinya Kota Pekanbaru tidak layak lagi untuk sementara ini ditempati. Warga seharusnya diungsikan ke tempat aman.

“Teori kedokteran mengatakan hindari tempat berbahaya dan cari tempat aman,” kata dr Mardiansyah. (riaupos.co/nur)

Respon Anda?

komentar