Batam Masih Butuh 300 Rusunawa

641
Pesona Indonesia
Rumah Susun Bida Ampar milik BP Batam di Batuampar, Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos
Rumah Susun Bida Ampar milik BP Batam di Batuampar, Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos

batampos.co.id – Jumlah rusunawa yang ada di Batam saat ini belum cukup untuk menampung warga yang tinggal di rumah liar (ruli). Dengan jumlah ruli yang mendekati angka 50 ribu saat ini, idealnya Batam memiliki 300 blok rusunawa.

Sementara saat ini di Batam baru ada 76 twin block rusunawa, atau 152 blok rusunawa. Itu sudah termasuk dengan rusunawa yang diperuntukkan bagi para pekerja.

Ke-76 twin block itu dikelola beberapa pihak. Mulai dari Perumnas, Pemko Batam, BPJS Ketenagakerjaan (Jamsostek), BP Batam, dan Real Estate Indonesia.

Ada dua rusunawa yang dikelola Perumnas di Tanjung Piayu, masing-masing empat twin blok dan satu twin blok. Sementara BPJS Ketenagakerjaan mengelola empat rusun yaitu dua unit di daerah Batuampar masing-masing enam twin block dan satu twin block. Kemudian satu rusun di Kabil sebanyak 10 twin block dan satu di Sekupang sebanyak empat twin block.

Sementara BP Batam mengelola lima rusun yakni di Batuampar sebanyak empat twin block, di Muka Kuning sembilan twin block, dan tiga rusun di kabil sebanyak lima twin block. Sedangkan REI mengelola satu rusun di daerah Batamcenter dengan dua twin block.

Sisanya, sebanyak 12 rusunawa dikelola Pemko Batam. Dari 12 rusunawa itu terdapat 30 twin block.

Kepala Dinas Tata Kota Batam, Asril, mengatakan saat ini masih banyak rusunawa yang kosong. “Memang sudah banyak yang dihuni warga. Tetapi masih banyak yang tersedia. Menurut saya dari pada membuat ruli yang baru, lebih baik di rusun,” katanya.

Sementara itu, Corporate Communication Manager ATB, Enrico Moreno yang dikonfirmasi terkait seretnya pasokan air ke rusun di Tanjunguncang mengatakan untuk saat ini belum dapat melakukan perubahan distribusi air bersih ke wilayah tersebut.

Misalnya, menambah pipa yang lebih besar terutama jalur ke rusun agar air mengalir lebih lancar. Alasannya, perusahaan yang mengelola air bersih di Batam sejak 1995 lalu itu mengaku tengah fokus mengatasi menyusutnya debit air baku di dam dengan menggilir pasokan air (water rationing) ke beberapa pelanggannya.

“Bisa saja kalau nanti kondisi sudah normal, upaya meningkatkan pasokan ke sana jadi pertimbangan,” kata Enrico.

Marketing Rusunawa BPJS Ketenagakerjaan Kabil, Wahyu, mengatakan keberadaan rusunawa ini sangat membantu pekerja. Sehingga mereka tak perlu menyewa rumah, apalagi tinggal di ruli.

Harga sewa di rusunawa Kabil ini beragam, tergantung tingkat lantai. Untuk lantai I sewa per bulannya seharga Rp 460 ribu. Lantai II harganya Rp 420 ribu. Sementara itu untuk lantai III, harganya Rp 380 ribu. Lantai IV harganya Rp 340 ribu.

“Makin ke atas, makin murah harganya. Bedanya kisaran Rp 40 ribu,” kata Marketing Rusunawa Sejahtera Jamsostek, Wahyu, saat ditemui Jumat (11/9) lalu.

Penghuni rusunawa ini, kebanyakan ada pekerja di daerah Industri Kabil. Rusun ini terbagi beberapa bagian. Ada untuk blok khusus untuk laki-laki dan perempuan lajang. Dan juga ada TB khusus untuk yang sudah berkeluarga. “Satu twin block untuk perempuan, dua untuk yang memiliki keluarga. Selebihnya untuk twin block laki-laki,” jelas Wahyu.

Beragam fasilitas yang akan diterima oleh para pekerja. Dimana mereka hanya tinggal tidur saja. “Tak perlu beli tempat tidur, kasur, lemari, meja, kursi ataupun kipas angin. Mereka hanya tinggal bawa baju, lalu tidur. Kami sudah sediakan semuanya,” ucapnya.

Untuk fasilitas umum, dimana ada sarana ibadah, pujasera, minimarket, sarana olahraga, klinik, apotek dan ATM. Selain itu suasana yang asri dan rindang menaungi rusunawa tersebut. Untuk masuk ke dalam rusun, harus melalui pos sekuriti 24 jam. (bpos)

Respon Anda?

komentar