Penataan Transportasi Buruk, Wako Semprot Dishub Batam

439
Sopir angkot se-Batam demo memprotes buruknya pengaturan trayek di Batam, , Selasa (8/9) lalu. Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Sopir angkot se-Batam demo memprotes buruknya pengaturan trayek di Batam, , Selasa (8/9) lalu. Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Buruknya penataan sistem transportasi umum di Batam membuat Wali Kota Batam Ahmad Dahlan berang. Ia menilai ketidakberesan ada di manajemen Dinas Perhubungan Kota Batam.

“Manajemennya perlu dibenahi, itu tanggungjawab Dishub,” kata Dahlan, kemarin.

Selain pembenahan, menurut Dahlan transportasi umum perlu dikembangkan. Menambah angkutan yang sudah ada, seperti Trans Batam. “Pihak swasta juga mengembangkan bus angkutan,” ujarnya.

Bukan hanya itu, di Batam Pemerintah berencana membangun sistem Mass Rapid Transit (MRT). “Hingga ke simpang Barelang sana,” ungkap Ahmad Dahlan.

Hal tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi massal yang aman, nyaman, dan murah. Serta menekan tingkat kemacetan yang kian mengkhawatirkan.

Karena pemerintah lanjut Dahlan tak bisa menekan kuota kendaraan yang masuk ke Batam. “Kalau dari luar (CBU) bisa dikendalikan, kalau dari Jakarta tak bisa kita lakukan,” kata Dahlan.

Pihaknya pernah menggelar rapat dengan instansi terkait seperti Bea dan Cukai (BC). “Saya akan mengendalikan kendaraan yang masuk ke Batam,” katanya.

Namun dalam rapat itu, Dahlan diingatkan jika Pemerintah Daerah tak memiliki kewenangan itu. “Pengguna kendaraan di Batam sangat tinggi, dari 1,2 juta jiwa penduduk. Ada sekitar 800 ribu kendaraan, baik dua maupun empat,” katanya. (bpos)

Respon Anda?

komentar