Rusia Tertarik Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Batam

1305
Pesona Indonesia
Ini PLTN Rusia yang menjadi seumber listrik utama negeri itu. Rusia tertarik membangun di Batam. Foto: dok. energytoday.com
Ini PLTN Rusia yang menjadi seumber listrik utama negeri itu. Rusia tertarik membangun di Batam. Foto: dok. energytoday.com

batampos.co.id – Rusia tertarik untuk mengembangkan tekonologi pengembangan listrik tenaga nuklir di Batam. Status FTZ di Batam menjadi daya tertarik tersendiri. Dubes Rusia untuk Indonesia, H.E. Galuzin menindaklanjuti ketertarikan tersebut dengan berkunjung ke Kantor perwakilan BP Batam di Jakarta, Jumat (11/9) lalu.

“Rusia memang sudah menyatakan ketertarikannya untuk investasi nuklir di Batam. Sebelumnya Rusia sudah pernah ke Batam,” kata Purnomo Andiantono, Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Minggu (13/9).

Andiantono mengatakan dalam kunjungan tersebut Dubes Rusia untuk Indonesia HE Galuzin didampingi Kepala Trade Mission Rusia, Mr. Rossonakhov, Konsuler Economic Kedutaan Rusia, Mrs. Veronika Novoselte. Rombongan tersebut diterima langsung oleh Kepala BP Batam, Mustafa Widjaya.

Hadir juga dalam pertemuan tersebut Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pengembangan, I Wayan Subawa, Staf Khusus Ka. BP Batam bidang Infrastruktur, Ir. Asroni Harahap, Staf Khusus Bidang Promosi dan HLN, Koernia R. Asih, Staff Khusus Bidang Partisipasi Masyarakat dan Humas, Hasbi Armia, Ka. Biro Perencanaan & Program dan Litbang, Horman Pudinaung, Direktur Promosi dan Humas, Purnomo Andiantono. Kemudian turut hadir juga Direktur For Central and Eastern Europe Affairs Kemenlu, Witjaksono Adji, dan Direktur Operasi PLN Batam, M. Tagor EB Sidjabat.

Andi mengatakan dalam pertemuan tersebut Galuzin berjanji akan menyampikan hasil pertemuannya dengan kepala BP Batam kepada asosiasi pengusaha di Rusia. “Jadi mereka sudah yakin akan ada peluang untuk investasi di Batam,” katanya.

Di hadapan Mustafa dan para pejabat BP Batam, pihak Rusia juga menjelaskan eksistensi teknologi nuklir di negeri beruang putih tersebut. Rusia mengklaim telah berpengalaman selama lebih dari 50 tahun dalam bidang nuklir. Perusahaan negara yang membidangi nuklir di Rusia adalah Rosatom.

“Rosatom memiliki teknologi berbasis nuklir berbahan bakar uranium dan mengoperasikan berbagai pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Rusia,” kata Andi.

Sebelumnya Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) RI dan Rosatom telah menandatangani MoU mengenai penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai, misalnya sebagai energi alternatif pembangkit listrik atau dapat distilahkan sebagai electricity generation.

“Saat pertemuan itu Rusia melalui Dubesnya, Galuzin juga meyakini dengan adanya kerjasama teknologi nuklir akan meningkatkan iklim investasi di Batam seperti penyediaan,” katanya.

Andi mengatakan pertemuan di Jakarta tersebut akan ditindaklanjuti dengan adanya rencana pihak Rusi untuk berkunjung ke Kota Batam bersama delegasi asosiasi atau Rusia Business Community (Kadin) dan membicarakan peluang investasi diantaranya seaport, airport dan aircraft, transhipment, toll road, manufaktur, dan lainnya.

Sementara terkait rencana investasi itu, Kepala BP Batam, Mustafa Widjaya mengatakan terlebih dahulu akan mempelajari, mengkaji, dan melakukan studi terkait teknologi nuklir. “kami akan mendukung penuh program pemerintah dalam pengembangan teknologi nuklir sebagai energi alternatif namun kami akan terlebih dahulu melakukan studi,” sambut mustafa.

Menurutnya, teknologi nuklir sebelum diterapkan dan disosialisasikan akan lebih baik dilakukan studi kelayakan untuk setiap daerah khususnya pulau Batam. Ia meyakinkan, area kerja BP Batam meliputi Batam, Rempang, Galang (Barelang) memungkin tersedianya lahan untuk setiap investasi yang masuk. Kemudian Mustafa menambahkan BP Batam akan me-review masterplan BP Batam di akhir tahun 2015, agar pembangunan pembangkit nuklir juga masuk di dalam masterplan tersebut.

“BP Batam memiliki roadmap setiap lima tahun, dan di akhir lima tahun ini kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, terkait teknologi nuklir agar nantinya dapat dimasukkan dalam roadmap BP Batam,” katanya.

Direktur Opersasi PLN Batam, M. Tagor EB Sidjabat menyikapi baik rencana Rusia dalam bidang PLTN. Ia mengatakan untuk energi PLN di Batam selama ini berasal dari 70% gas dan 30% batu bara. Ke depan, PLN memiliki rencana untuk menghubungkan aliran listrik antara Batam dengan Barelang dan Bintan dengan pemasangan kabel bawah laut / sea cable.

Kunjungan tersebut ditutup dengan tekad dari kedua belah pihak untuk semakin meningkatkan kerjasama antara kedua negara, dan lebih khusus lagi antara kawasan ekonomi khusus, misalnya antara FTZ Batam dan Vladivostok, Rusia. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar